IHSG Tembus 6.000: BUMN Solid, Rupiah Kuat, Optimisme Terjaga
·waktu baca 3 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan Jumat (12/6/2026) dengan kembali menembus level psikologis 6.000. Kebangkitan pasar modal ini berjalan beriringan dengan nilai tukar rupiah yang kembali menguat ke level Rp 17.900-an.
Penguatan indeks ini secara dominan ditopang oleh kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor pertambangan yang melesat hingga kisaran 7 persen, sektor perbankan pelat merah yang tergabung dalam HIMBARA, serta Telkom. Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif dari investor domestik maupun asing.
Menanggapi momentum positif ini, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya kepercayaan pasar.
"Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar. Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Dony menegaskan, dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG merupakan refleksi nyata dari kualitas fundamental bisnis yang sehat berkat transformasi berkelanjutan. Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk terus merawat optimisme karena stabilitas ini akan berdampak langsung pada ekonomi riil.
"Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci untuk menarik kemitraan strategis bernilai tinggi. Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok tetap terkendali, sementara aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," ungkap Dony.
Kebangkitan IHSG dan rupiah hari ini tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, sebuah keputusan krusial yang dinilai mampu memulihkan kepercayaan pasar.
Langkah ini diperkuat melalui konsolidasi yang diinisiasi Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sepekan terakhir, Dasco menggelar rangkaian pertemuan intensif untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter. Konsolidasi diawali pada 6 Juni melalui pertemuan tertutup bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta pimpinan Komisi XI DPR. Konsolidasi kemudian berlanjut pada 9 Juni dengan mempertemukan perwakilan Danantara, HIMBARA, BPJS, hingga perusahaan asuransi BUMN.
Menyikapi sinergi tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta publik tetap tenang dan tidak khawatir karena instrumen pengaman ekonomi Indonesia bekerja dengan baik serta didukung fundamental perbankan yang kuat.
"Terima kasih kepada Mas Dasco yang terus memfasilitasi ruang diskusi. Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan.
Prasetyo juga secara khusus mengapresiasi kolaborasi berbagai institusi negara dan pelaku pasar.
"Kami berterima kasih kepada Pak Dony Oskaria beserta seluruh jajaran di HIMBARA, kemudian dari Taspen, BPJS, dan INA yang terus berkoordinasi. Kita akan terus bekerja keras mengatasi tantangan ekonomi demi menciptakan kondisi yang stabil sebagaimana harapan kita bersama," sambungnya.
Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal kinerja seluruh portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global. Selain itu, keduanya akan terus berupaya memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham sekaligus mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia.
