Investasi Jakarta Capai Rp 173,6 T Semester I 2026, Pramono Ungkap Kuncinya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen penyerahan penghargaan Jakarta Investment Award oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Momen penyerahan penghargaan Jakarta Investment Award oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun pada semester I 2026.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, angka tersebut tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada semester 1, ini luar biasa, investasi Jakarta telah mencapai Rp173,6 triliun. Luar biasa, tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekaligus juga menjadikan Jakarta provinsi dengan realisasi investasi terbesar di seluruh Indonesia dengan kontribusi 17,2%,” kata Shinta dalam sambutannya pada acara Jakarta Investment Award (JIA) 2026 di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9).

Shinta mengatakan investasi yang masuk ke Jakarta tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang ditanamkan. Menurutnya, investasi berkualitas juga harus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, menghidupkan pemasok lokal, serta membawa teknologi dan inovasi.

“Investasi yang berkualitas adalah capital yang compounds, modal yang terus menggandakan nilai. Yang menciptakan pekerjaan, yang meningkatkan produktivitas, menghidupkan pemasok lokal, membawa teknologi dan inovasi, dan pada akhirnya membuat sebuah kota semakin kuat menghadapi perubahan,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan pada Jakarta Investment Award di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Pramono: Kepercayaan Investor Jadi Kunci

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian investasi tersebut tidak lepas dari kepercayaan terhadap Jakarta. Ia mencontohkan sejumlah pembangunan yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain tanpa menggunakan APBD.

“Kepercayaan yang dibangun, trust,” kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono kemudian menjelaskan pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas yang akan menghubungkan berbagai moda transportasi. Menurut dia, pembangunan tersebut tidak menggunakan APBD dan dilakukan melalui skema kerja sama.

“Demikian juga kita sudah mulai membangun di Dukuh Atas yang disebut dengan pedestrian deck. Sama sekali tidak menggunakan dana APBD. Dari mana? Transit Partner,” ujar Pramono.

Pramono mengatakan kepercayaan menjadi alasan pihak lain bersedia bekerja sama dalam pembangunan Jakarta.

“Kenapa mereka mau sekarang? Karena kepercayaan,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan pembangunan Taman Semanggi yang menurutnya dilakukan melalui skema partnership.

“Termasuk di Taman Semanggi. Dari mana dananya? Partnership. Kenapa mereka mau sekarang? Karena kepercayaan,” tutur Pramono.

Pramono mengaitkan peningkatan investasi Jakarta dengan kepercayaan terhadap Jakarta.

“Dulu di tahun 2021 kurang lebih 103 miliar, sekarang ini di tahun 2023 meningkat 270 miliar. Bahkan di kuartal kedua di tahun 2024 ini aja, 173 miliar. Karena itu tadi, orang mulai percaya dengan Jakarta,” pungkas Pramono.

Jakarta memberikan kontribusi investasi sebesar 17,2 persen dan pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen.

“Investasi di Jakarta memberikan kontribusi kurang lebih 17,2%. Jakarta tumbuh 5,52%. Terhadap PDRB Jakarta sekarang ini 16,32%,” jelas Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pemprov Fokus Bangun Kepercayaan

Menurut Pramono, kepercayaan tidak hanya dibangun melalui proyek-proyek besar. Investor juga memperhatikan hal-hal kecil dalam melihat kondisi suatu kota.

Ia mencontohkan penataan Pasar Kramat Jati sebagai salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta.

“Pasar Kramat Jati yang dulunya orang berjualan semuanya di pinggir trotoar dan kita pelan-pelan sekarang ini kita tata dan kita bawa masuk ke dalam,” jelasnya.

Pembenahan tersebut dilakukan dengan tetap memberikan ruang bagi pedagang untuk berusaha.

“Bagaimana kita mengusur orang tidak digusur, tetapi diberikan ruang mereka tetap bisa berusaha,” ungkap Pramono.

Pramono kembali menegaskan pentingnya kepercayaan untuk mendorong Jakarta menjadi kota global.

“Jakarta harus bener-bener bersiap diri untuk menjadi kota global, green, dan resilient dengan daya tahan yang harus kuat untuk menghadapi berbagai gelombang apa pun. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kepercayaan atau trust publik,” ujar Pramono.

Ia berharap Jakarta dapat tampil sebagai kota yang lebih terbuka dan dipercaya dunia internasional.

“Saya betul-betul berharap bahwa Jakarta ini menampakkan, menampilkan wajah yang lebih ramah, lebih terbuka, transparan, dan bisa dipercaya oleh dunia internasional,” tutup Pramono.