Iran Balas Serangan AS, Klaim Hantam 22 Target Militer di Kawasan Teluk
ยทwaktu baca 2 menit

Iran mengklaim menyerang 22 target yang terkait dengan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Rabu (11/6), termasuk pangkalan militer AS di Yordania, sebagai balasan atas serangan Washington terhadap sejumlah fasilitas Iran di sekitar Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters, serangan itu menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak Iran dan AS menyepakati gencatan senjata pada April lalu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan empat sasaran di Pangkalan Al-Azraq, Yordania, dihantam rudal jarak jauh.
IRGC mengklaim sasaran tersebut mencakup hanggar jet tempur F-35 dan pusat komando militer AS.
Iran juga mengaku melancarkan serangan drone ke Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait serta markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
IRGC memperingatkan akan memberikan "respons yang menghancurkan dan tegas" jika AS kembali melancarkan serangan.
Balasan atas Operasi AS di Selat Hormuz
Menurut laporan Reuters, serangan Iran dilakukan setelah militer AS menggempur sistem pertahanan udara, radar pengawas, dan pusat kendali Iran di sekitar Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump, mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah sebuah helikopter Apache AS jatuh sehari sebelumnya.
"Saya percaya responsnya harus sangat kuat dan sangat tegas, dan inilah bentuk respons itu," kata Trump kepada ABC News, dikutip Reuters.
Yordania, Kuwait, dan Bahrain Aktifkan Pertahanan Udara
Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat lima rudal yang ditembakkan Iran ke arah Pangkalan Al-Azraq, menurut laporan AFP.
Pecahan rudal jatuh di wilayah Yordania, namun tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.
Sementara itu, Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya setelah muncul klaim serangan drone Iran ke pangkalan AS di negara tersebut.
Bahrain juga membunyikan sirene peringatan dan meminta warga mencari tempat aman sebelum kemudian menyatakan serangan berhasil digagalkan.
Seorang pejabat AS mengatakan penilaian awal menunjukkan hampir seluruh rudal dan drone Iran berhasil dicegat.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas AS, meski Pentagon belum memberikan komentar resmi.
