Iran dan UEA Bersitegang di Forum Menlu BRICS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu India Subrahmanyam Jaishankar (tengah) menyampaikan pidato dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India (14/5/2026). Foto: Arun Sankar/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Menlu India Subrahmanyam Jaishankar (tengah) menyampaikan pidato dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India (14/5/2026). Foto: Arun Sankar/AFP

Forum pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India, diwarnai ketegangan antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh UEA terlibat langsung dalam operasi militer terhadap negaranya.

Ketegangan muncul sehari setelah UEA membantah klaim PM Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut dirinya secara rahasia sempat mengunjungi negara Teluk tersebut selama perang Iran berlangsung.

kumparan post embed

Atas klaim Netanyahu itu, Araghchi via medsos memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bekerja sama dengan Israel untuk memecah kawasan akan "dimintai pertanggungjawaban".

“Saya tidak menyebut nama UEA dalam pernyataan di BRICS demi menjaga persatuan. Namun faktanya, UEA terlibat langsung dalam agresi terhadap negara saya. Saat serangan dimulai, mereka bahkan tidak mengeluarkan kecaman,” kata Araghchi seperti dilaporkan Reuters, mengutip media pemerintah Iran, Kamis (14/5).

Meski begitu, media Iran tidak menjelaskan komentar apa yang sebelumnya disampaikan delegasi UEA dalam forum tersebut.

Peta Iran dengan Uni Emirat Arab (UEA). Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock

Araghchi juga menilai keberadaan pangkalan militer AS maupun kedekatan UEA dengan Israel tidak akan menjamin keamanan negara itu. Ia meminta Abu Dhabi meninjau ulang kebijakannya terhadap Teheran.

“Kita harus hidup berdampingan secara damai. Itu hanya bisa tercapai lewat hubungan yang damai dan saling pengertian penuh,” ujarnya.

Araghchi Sebut UEA Angkat Masalah Perang

Sementara itu, akun X Kedubes Iran di Indonesia juga mengunggah pernyataan Araghchi terkait pernyataan perwakilan Uni Emirat Arab dalam pertemuan BRICS.

X post embed

"Semua peserta sidang merasa heran karena perwakilan UEA tidak membahas hal lain selain isu perang dan respons Iran terhadap Amerika Serikat di wilayah negara tersebut. Situasi ini sangat disayangkan, sehingga saya merasa perlu menjelaskan secara lengkap kepada para anggota BRICS mengenai fakta yang sebenarnya," kata Araghchi.

"Kami sebenarnya tidak ingin mengangkat isu ini demi menjaga persatuan dan solidaritas BRICS. Namun karena perwakilan UEA sendiri yang membahasnya, kami terpaksa menyampaikan kenyataan kepada masyarakat internasional," ujarnya.

“UEA berdiri di pihak Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam perang ini. Pada akhirnya saya juga mengingatkan bahwa rezim Zionis dan Amerika tidak akan mampu membawa keamanan bagi mereka," lanjutnya.

Perang Iran Pecah 28 Februari 2026

Kepulan asap yang disebabkan oleh serangan Iran terlihat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu, (1/3/2026). Foto: AP Photo/Altaf Qadri

Perang Iran pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke pangkalan AS serta sejumlah target lain di kawasan Teluk.

Sementara itu, Wall Street Journal pada Senin (11/5) melaporkan bahwa UEA ikut melakukan operasi militer terhadap Iran pada awal April. Arab Saudi juga disebut melancarkan sejumlah serangan rahasia terhadap Iran, menurut pejabat Barat dan Iran.

Di tengah ketegangan itu, media Iran mempertanyakan peluang forum BRICS menghasilkan komunike bersama. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut ada “kendala dalam komunikasi” akibat kehadiran UEA dalam pertemuan tersebut.

Sekilas BRICS

Pertemuan para menlu anggota BRICS pada 14-15 Mei di New Delhi, India. Foto: X/@DrSJaishankar

BRICS (Brasil, Rusia, India, dan China) awalnya cuma BRIC sebelum Afrika Selatan masuk di 2010. Sekarang, kelompok ini makin "gemuk" setelah Iran, Uni Emirat Arab, Mesir, Ethiopia, dan Indonesia ikut bergabung, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi-politik terbesar bagi negara berkembang.

Biasanya, setiap pertemuan BRICS ditutup dengan komunike atau deklarasi bersama yang berisi kesepakatan soal isu global. Namun, ketegangan Iran vs UEA bisa mempersulit penyusunan komunike bersama ini.

Menlu RI Sugiono (berpeci) berdiri di sebelah Menlu Iran Abbas Araghchi dalam foto bersama peserta Pertemuan Menlu BRICS di New Delhi, India, pada 14-15 Mei 2026. Foto: X@DrSJaishankar

Adapun dalam forum pertemuan Menlu BRICS di New Delhi 14-15 Mei, hadir pula Menlu RI Sugiono. Dalam foto bersama, tampak Sugiono berdiri di samping Menlu Iran Abbas Araghchi.