Israel Serang Lebanon Selatan pada Minggu Subuh, 8 Tewas: 3 Perempuan
·waktu baca 1 menit

Militer Israel menyerang kawasan selatan Lebanon, pada Minggu (31/5) subuh. Serangan itu mengakibatkan 8 orang tewas, 8 di antaranya perempuan.
"Ini adalah pembantaian oleh Israel, saat mereka menyerbu kota Deir Zahrani, distrik Nabatieh, yang dilakukan pada subuh di hari Minggu. 8 martir tewas, termasuk 3 perempuan. 19 orang terluka, dan di antaranya ada 5 anak-anak dan 6 orang perempuan," kata Kementerian Kesehatan Lebanon, dilansir AFP, Senin (1/6).
Sementara itu, ofensif militer Israel ini kembali terjadi sebagai kepanjangan dari kebijakan Israel melawan Hizbullah. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahkan berjanji untuk terus merangsek masuk ke Lebanon setelah mereka merebut Beaufort, sebuah kastil dari era pertengahan.
Jatuhnya kastil ini, bagi Netanyahu, adalah kemajuan yang dramatis.
Hizbullah sendiri bukannya tanpa perlawanan. Mereka beberapa kali menyerang pasukan Israel di dekat kastil itu, termasuk posisi-posisi pasukan Israel di Shlomi dan Nahariya, Israel bagian utara.
PBB mengambil tindakan. Seorang sumber AFP membocorkan bahwa PBB akan menggelar rapat darurat hari ini untuk membahas ofensif Israel ke Lebanon.
Pertemuan ini diinisiasi oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
"Tidak ada hal yang bisa dibenarkan, terkait eskalasi yang tengah berlangsung di Lebanon," kata Macron.
