Israel Setujui Beli Jet Tempur F-35 dan F-15 dari AS

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat temput F-35. Foto: US AIR FORCE via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat temput F-35. Foto: US AIR FORCE via REUTERS

Pemerintah Israel menyetujui kesepakatan pembelian dua skuadron jet tempur dari Amerika Serikat (AS) pada Minggu (3/5). Paket ini mencakup F-35 dari Lockheed Martin dan F-15IA dari Boeing yang nilainya mencapai puluhan dolar AS.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan sebagian besar anggaran tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan produksi persenjataan dalam negeri agar tidak bergantung pada negara lain.

"Israel lebih kuat dari sebelumnya, dan Israel harus selalu jauh lebih kuat dari musuh-musuhnya," ujarnya kepada Reuters.

"Ini akan memperkuat keunggulan udara Israel yang luar biasa," tambahnya.

Netanyahu juga menegaskan kesiapan militer Israel untuk menjangkau wilayah jauh, termasuk Iran.

"Pilot kami dapat mencapai mana pun di langit Iran dan siap melakukannya jika diperlukan," katanya.

Presiden Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Knesset, Yerusalem, Senin (13/10/2025). Foto: Evan Vucci/Pool via Reuters

Dilansir AFP, Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut pengadaan ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang militer Israel.

"Pengadaan F-35 dan F-15IA menjadi pusat dari rencana 'Shield of Israel' untuk memastikan keunggulan militer jangka panjang," ungkapnya.

Ia juga menilai konflik terbaru dengan Iran menunjukkan pentingnya kekuatan udara dan hubungan strategis dengan AS.

Selain membeli jet tempur, Netanyahu juga berencana meningkatkan produksi persenjataan dalam negeri dengan tambahan anggaran pertahanan hingga 350 miliar shekel atau sekitar USD 118 miliar (sekitar Rp 2 triliun) dalam satu dekade ke depan.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, termasuk konflik di Gaza dan konfrontasi dengan Iran serta kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.