Jalan Amblas Lenteng Agung: Macet hingga Upaya Perbaikan
·waktu baca 7 menit

Jalan amblas dengan kedalaman sekitar 3 meter dan panjang sekitar 4 meter terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung Raya arah Depok, Kamis (28/5) malam. Tepatnya, setelah Gang Empang, Jakarta Selatan.
Padahal, pada siang hari telah dilakukan penambalan aspal oleh petugas karena terjadi penurunan jalan.
Rusaknya jalan menimbulkan kemacetan parah di jalan tersebut pada Jumat (29/5) pagi. Sebagian ruas jalan tak bisa dilewati.
Penyebab Jalan Amblas
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengungkap penyebab jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, Jakarta Selatan. Insiden itu terjadi diduga akibat kondisi hong atau beton saluran air bawah tanah yang sudah rapuh dan keropos termakan usia.
Kasatpel Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Jagakarsa Sartono mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan setelah kejadian jalan amblas pada Kamis (28/5) malam.
"Kejadian semalam, kami langsung melakukan kegiatan penanganan ini. Sementara ini, kalau dinamakan ini PHB (saluran penghubung) UI untuk menuju ke Kali Ciliwung. Ini kalau longsorannya, lubangnya itu lebar 3 meter, tinggi 3 meter, panjangnya kurang lebih 16 (meter). Ini sementara kita melakukan rekayasa lalu lintas," kata Sartono di lokasi, Jumat (29/5).
"Kita pasang pelat yang sebelah sana. Tadinya dua, dua jalur, tapi sekarang hanya satu jalur. Kita maksimalkan tidak kejadian jatuh lagi, makanya kita pasang pelat. Ini kita datangkan alat untuk membersihkan puing-puing yang di bawah," lanjutnya.
Sartono menjelaskan, penyebab utama amblasnya jalan diduga berasal dari crossing hong berukuran sekitar 3 meter yang berada di bawah jalan tersebut. Hong tersebut sudah keropos termakan waktu.
"Ternyata penyebabnya itu ada crossing dengan hong ukuran 3 meter kurang lebih ya. Tapi mungkin udah usia, makanya keropos. Tapi alhamdulillahnya, jatuhan puing ini tidak sampai menghambat aliran air. Karena dari sepertiga hong itu mungkin jatuh, tapi tidak sampai menahan air. Air tetep lancar, tapi sepertiganya ke-urug tanah. Ini akan dibersihkan sementara itu," ucapnya.
Laporan Retakan
Sartono juga mengungkapkan sebelum jalan amblas, pihak SDA dan Bina Marga sempat menerima laporan terkait kondisi jalan yang sudah mengalami retakan dan bergelombang.
"Oh pas hari Kamis, kami malam Kamisnya kami dapat informasi. Cuma kalau ke SDA, memang hanya lubang yang di pinggiran. Tapi ke Bina Marga terkait dengan jalannya. Hari Kamis paginya kita survei bareng. Survei bareng, dari Bina Marga mengambil langkah untuk yang jalan bergelombang untuk diratakan agar menghindari kendaraan yang agar enggak bergelombang," katanya.
Menurut dia, penambalan sempat dilakukan dan rambu peringatan sudah dipasang. Namun kondisi jalan akhirnya amblas pada malam harinya.
Dump Truck Terperosok
Sebuah dump truck atau truk pengangkut tanah milik Pemprov DKI Jakarta terjungkal dan terperosok ke dalam sinkhole di lokasi jalan amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/5) siang.
Insiden ini terjadi tepat di tengah proses penanganan jalan amblas di kawasan tersebut. Badan truk itu menutupi jalur bagian kanan yang tadinya bisa dilalui kendaraan.
Truk tersebut terperosok dan masuk ke dalam lubang pada pukul 11.35 WIB. Berkat penanganan cepat dari petugas, pada pukul 11.50 WIB badan truk berhasil dievakuasi dan digeser dari area penanganan.
Seiring dengan terangkatnya truk, arus lalu lintas dari arah Pasar Minggu menuju Depok yang sebelumnya lumpuh total kini mulai bergerak.
Target Perbaikan
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta tengah menangani jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung (arah Depok), Jakarta Selatan.
Perbaikan permanen ditargetkan berlangsung selama 2-3 hari dengan pemasangan box culvert sebagai pengganti hong yang keropos.
“Jalan amblas dengan lebar sekitar 3 meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air yang berada di bawah badan jalan. Saluran tersebut merupakan infrastruktur lama yang mengalami penurunan kondisi konstruksi akibat musim hujan," kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo dalam keterangannya, Jumat (29/5).
"Sebagai langkah awal penanganan, pada Jumat pagi (29/5), Dinas SDA telah melakukan pengamanan lokasi dengan pemasangan pelat baja sementara guna menjaga keamanan pengguna jalan yang melintas serta membantu kelancaran lalu lintas," ungkapnya.
Santo menjelaskan, pekerjaan perbaikan permanen baru akan dimulai pada malam hari guna meminimalisir dampak terhadap kepadatan kendaraan di siang hari. Nantinya, area yang saat ini diuruk akan kembali digali untuk pemasangan box culvert beton.
"Perbaikan permanen akan mulai dilakukan pada Jumat (29/5) malam hari untuk meminimalisir dampak terhadap kepadatan lalu lintas, mengingat pada siang hari fokus penanganan diarahkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi," kata Santo.
Dalam proses perbaikan tersebut, Dinas SDA akan mengganti konstruksi lama menggunakan box culvert beton berukuran lebar 2 meter dengan panjang 16 meter.
"Perbaikan permanen saluran akan menggunakan box culvert beton ukuran lebar 2 meter sepanjang 16 meter sebagai pengganti konstruksi lama. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 2-3 hari," tuturnya.
“Dinas SDA DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi serta mematuhi pengaturan lalu lintas selama proses pekerjaan berlangsung," pungkas dia.
Jalan Diusulkan Ditutup
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menyarankan akses Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok ditutup total selama proses perbaikan jalan amblas berlangsung.
Penutupan ini dinilai penting untuk memberikan ruang yang lebih leluasa bagi alat berat saat proses pembongkaran dan pemasangan gorong-gorong baru pada Jumat (29/5) malam.
"Ya, kalau ditutup akan lebih bagus. Istilahnya kita kerjanya bisa lebih leluasa. Kalau tidak ditutup, ya kita kerjakan separuh-separuh," ujar Santo.
Santo menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini dipicu oleh hancurnya gorong-gorong lama berjenis Armco yang kondisinya sudah sangat tua. Pihak SDA berencana mengganti struktur saluran air tersebut dengan material box culvert yang jauh lebih kokoh.
“Memang eksistingnya itu kan bentuknya Armco. Armco itu sudah lama sekali ya, mungkin sebelum saya masuk juga sudah ada. Kondisinya sudah sepuh lah. Nanti akan kita ganti dengan box culvert," lanjut Santo.
Proses pengerjaan intensif dan pengerahan alat berat dijadwalkan dimulai selepas magrib, saat volume kendaraan mulai menurun. Pihak SDA menargetkan perbaikan di area badan jalan bisa dikebut dan terbuka seluruhnya malam ini, guna mencegah antrean kendaraan yang lebih parah di kemudian hari.
"Saya usahakan nanti malam badan jalan bisa terbuka semua. Jadi setelah dibuka, boksnya masuk, tinggal pengurukan dan pemadatan," tambah Santo.
Sebelumnya, petugas SDA melakukan penanganan awal di lokasi dengan pengurukan pada bagian jalan yang kopong. Material berupa batu dan tanah ditimbun untuk memadatkan area terdampak agar kondisi jalan sementara lebih aman dilalui kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar lokasi. Selain pengurukan, Dinas SDA juga telah memasang pelat baja sementara di titik jalan amblas.
Jalan Bisa dilalui
Area jalan amblas di Lenteng Agung telah ditutup pelat baja pada Jumat (29/5) sore. Jalan yang semula ditutup dua lajur itu, semua lajurnya bisa kembali dilalui kendaraan.
Pada pukul 18.45 WIB terlihat berbagai kendaraan telah bisa melewati area yang amblas. Mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga bus Transjakarta.
Namun, pengendara harus menurunkan kecepatan saat melintasi pelat baja yang menutup jalan amblas. Sebab ada perbedaan tinggi antara pelat baja dengan jalan.
Arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Hambatan hanya terjadi saat pengendara akan melewati pelat baja. Setelahnya kendaraan bisa melaju dengan kecepatan normal.
Respons Wagub Rano
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti insiden jalan amblas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5) malam. Ia mewaspadai peristiwa yang sama terjadi di wilayah lain.
"Yang saya menjadi catatan mungkin saja terjadi sinkhole itu bukan hanya di daerah-daerah itu. Karena ini rembesan air yang kita wallahu'alam akan terjadi di Jakarta," ujar Rano usai menghadiri perayaan Hari Waisak di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).
Rano mengungkapkan ia mengetahui kejadian tersebut pada Kamis malam. Saat itu juga ia langsung berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA).
"Cuma memang begitu dilihat ini memerlukan alat berat karena enggak mungkin dia tidak dikeruk," katanya.
Ia mengapresiasi penanganan sementara dengan menutup jalan yang amblas dengan pelat baja. Dengan begitu arus lalu lintas dapat kembali lancar.
“Alhamdulillah hari ini tidak sempurna tapi minimal bisa menambah frekuensi perjalanan tidak menjadi semakin kecil karena kita tutup dengan pelat baja itu membantu perjalanan," katanya.
