Jemaah Haji Iran Mulai Berdatangan ke Arab Saudi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat Islam melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/4/2026). Foto: Citro Atmoko/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Umat Islam melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/4/2026). Foto: Citro Atmoko/ANTARA

Jemaah haji 2026 dari berbagai negara mulai berdatangan ke Arab Saudi, termasuk jemaah dari Iran. Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Iran telah tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April, disusul kloter kedua 28 April.

Jemaah haji Iran terbang ke Saudi dengan pesawat Iran Air dari Bandara Internasional Imam Khomenei, Teheran. Jumlahnya 121 orang, terdiri dari jemaah dan petugas haji.

Dalam video yang dirilis media pemerintah Iran, jemaah tampak melewati prosesi mencium Al-Quran sebelum memasuki pesawat terbang. Mereka memakai baju biasa, mengambil niat sebagai haji tamattu.

Pemberangkatan mereka sekaligus menandai dibukanya kembali bandara yang tutup menyusul serangan AS-Israel ke Iran 28 Februari 2026.

Papan informasi menampilkan informasi penerbangan di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran, Sabtu (25/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Selain ke Madinah, bandara pada hari itu juga melayani penerbangan ke Muscat dan Istanbul.

Beberapa jam kemudian, pesawat Iran Air yang membawa jemaah haji tiba di Bandara Internasional Madinah. Jemaah tampak menuruni tangga pesawat, seperti ditayangkan PressTV.

Jemaah haji Iran tiba di Madinah, 25 April 2026. Foto: Screenshoot PressTV

Dipertimbangkan via Darat

Sebelumnya, otoritas haji Iran mempertimbangkan untuk membawa jemaah haji ke Saudi dengan bus via Irak jika situasi geopolitik masih buruk.

Namun, saat ini perang memasuki gencatan sejata sehingga penerbangan dianggap aman.

Sejumlah jemaah haji Iran melaksanakan salat di perbatasan Arar antara Irak dan Arab Saudi, Selasa (17/6/2025). Mereka pulang via jalur darat karena perang Iran-Israel. Foto: Ahmed Saad/Reuters

Melewati darat pernah jemaah haji Iran tempuh saat pulang ke negaranya menyusul perang Iran-Israel pada Juni 2025. Kala itu penerbangan udara ke Iran masih ditutup.

Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock

Jemaah Iran Dilayani dengan Baik

Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Ali Reza Enayati, kepada media Saudi, Asharq Al-Awsat, menjelaskan jemaah haji dari negaranya mendapat pelayanan baik di Arab Saudi.

“Jemaah mendapatkan pelayanan yang baik dari Kerajaan Arab Saudi, sebagaimana juga diberikan kepada seluruh jemaah lainnya, dan sebagaimana yang telah diterima jemaah Iran pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya, 26 April.

Hubungan Iran-Saudi sempat memanas menyusul perang 40 hari AS-Israel vs Iran. Iran membalas serangan AS-Israel dengan menyerang sejumlah target militer AS di Saudi.

Tahun ini jumlah jemaah haji Iran sekitar 30 ribu, turun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ketegangan geopolitik turut berpengaruh.