JIS Rayakan 75 Tahun Menghadirkan Pendidikan Berbasis Global di Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
JIS Rayakan 75 Tahun Menghadirkan Pendidikan Berbasis Global di Indonesia. Foto: Dok. JIS
zoom-in-whitePerbesar
JIS Rayakan 75 Tahun Menghadirkan Pendidikan Berbasis Global di Indonesia. Foto: Dok. JIS

Jakarta Intercultural School (JIS) memperingati 75 tahun perjalanannya dalam menghadirkan pendidikan di Indonesia. Perayaan ini menjadi momen untuk mengapresiasi berbagai generasi siswa, tenaga pendidik, staf, keluarga, hingga mitra yang telah berkontribusi dalam membentuk perjalanan JIS sebagai institusi pendidikan berbasis internasional.

Head of School JIS, Maya Nelson, mengungkapkan, setiap individu yang pernah menjadi bagian dari JIS telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan sekolah dan terus menginspirasi misi JIS untuk menjadi Best for the World.

“Kami sangat bangga dapat memperingati momen penting dalam sejarah sekolah ini sekaligus menghormati generasi siswa, pengajar, dan staf yang telah membentuk JIS menjadi komunitas yang hangat dan inklusif seperti saat ini,” ujar Nelson.

Perjalanan JIS, dari Kelas di Garasi Menjadi Institusi Pendidikan Global di Indonesia

JIS Rayakan 75 Tahun Menghadirkan Pendidikan Berbasis Global di Indonesia. Foto: Dok. JIS

Perjalanan JIS bermula pada 1 September 1951, ketika sejumlah pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendirikan ruang kelas sederhana di garasi rumah mereka di Jakarta. Saat itu, International School of Djakarta resmi dibuka dengan tiga guru dan delapan siswa berusia 3 hingga 10 tahun.

Seiring bertambahnya jumlah siswa, JIS akhirnya memperoleh lahan di kawasan Pattimura, Kebayoran Baru, pada 1952. Kampus Pattimura mulai beroperasi pada 1953 dengan menyediakan jenjang pendidikan taman kanak-kanak hingga kelas 6. Pertumbuhan komunitas sekolah yang semakin besar pun mendorong pengembangan kampus Cilandak di atas lahan seluas 10 hektare di Jakarta Selatan untuk jenjang siswa yang lebih tinggi.

Sebelum menyandang nama Jakarta Intercultural School, terjadi beberapa kali perubahan nama yang disesuaikan dengan perkembangan identitas sekolah dari waktu ke waktu.

Sekolah ini sempat dikenal sebagai Joint Embassy School sebagai bentuk apresiasi atas dukungan sejumlah kedutaan besar, seperti Australia, Inggris, Amerika Serikat, dan Yugoslavia. Setelah itu, namanya berubah menjadi Jakarta International School sebelum akhirnya mengadopsi nama Jakarta Intercultural School.

JIS Rayakan 75 Tahun Menghadirkan Pendidikan Berbasis Global di Indonesia. Foto: Dok. JIS

Pada 1991, meningkatnya jumlah siswa sekolah dasar mendorong pembukaan Pondok Indah Elementary (PIE) yang berada tak jauh dari kampus Cilandak. Kemudian pada 2018, PIE menghadirkan Early Years Center yang dirancang khusus untuk mendukung perkembangan siswa usia dini.

Kini, JIS melayani lebih dari 2.200 siswa mulai dari jenjang Early Years hingga Grade 12 dengan latar belakang sekitar 70 kewarganegaraan berbeda di tiga kampus. Para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang memadukan akademik dan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan rasa ingin tahu, ketangguhan, kreativitas, serta pemahaman global.

Pada jenjang sekolah menengah atas, siswa juga dapat memilih jalur akademik sesuai kebutuhan melalui program International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) atau Advanced Placement (AP) Capstone Diploma.

“Meskipun kampus dan teknologi pembelajaran terus berkembang, kami tetap berpegang pada komitmen yang sama, yaitu menghadirkan pembelajaran bermakna dan berorientasi masa depan dengan menempatkan siswa sebagai pusat dari seluruh kegiatan,” kata Nelson.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di ruang kelas. Melalui JIS Peduli, program layanan sosial sekolah, para siswa turut mendukung berbagai inisiatif yang berfokus pada isu sosial, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, JIS Learning Center menyediakan dukungan pembelajaran yang dirancang secara khusus dan personal agar siswa dapat berpartisipasi secara optimal dalam lingkungan sekolah maupun komunitas.

Perayaan HUT ke-75 Jadi Ajang Kumpul JIS Dragons dari Berbagai Dunia

Perayaan hari jadi ke-75 ini juga menjadi ajang mempertemukan kembali generasi JIS Dragons, sebutan bagi komunitas siswa dan alumni JIS. Sejumlah alumni dari berbagai negara kembali ke Jakarta dan Bali untuk bernostalgia sekaligus membangun kembali koneksi dengan komunitas sekolah. Bahkan, hadir pula alumni dari akhir dekade 1960-an yang menjadi saksi perkembangan awal JIS di kampus Pattimura.

Sepanjang tahun menuju perayaan, JIS juga menghadirkan berbagai kegiatan komunitas, pameran kreatif, aktivitas alumni, serta program apresiasi yang merayakan sejarah sekolah sekaligus hubungan eratnya dengan Indonesia.

Nelson mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Ia pun merasa terhormat dapat melanjutkan warisan JIS, memperkuat budaya keterbukaan terhadap rasa ingin tahu, menghadirkan pembelajaran bermakna, serta terus mempersiapkan siswa agar menjadi Best for the World.

“Bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mendatang, kami berharap generasi JIS Dragons berikutnya dapat melihat kembali momen ini dengan rasa bangga, seperti yang kami rasakan hari ini,” pungkas Nelson.