Jumlah Korban Banjir Bandang Nepal Bertambah: 579 Orang Tewas, 1.924 Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi lumpur yang menutupi pemukiman warga pascabencana banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi lumpur yang menutupi pemukiman warga pascabencana banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Otoritas penanggulangan bencana Nepal pada hari Jumat menaikkan secara tajam jumlah orang yang hilang menjadi 1.924 jiwa. Angka ini melonjak tajam setelah sebelumnya laporan jumlah orang hilang berada pada angka 1.300-an jiwa.

Dikutip dari AFP, menurut Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana, jumlah orang yang hilang tersebut mencakup 517 warga negara asing serta 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air di sungai-sungai yang diterjang gelombang banjir bandang pada Rabu (26/8) itu.

Sementara, korban tewas pun bertambah menjadi 579 orang.

Hingga saat ini, tim penyelamat masih berupaya mencari para korban bencana banjir bandang tersebut.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengunjungi sejumlah wilayah yang terdampak paling parah. Ia meminta pemerintah daerah segera memberikan bantuan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan membuka jalan yang tertutup.

Sementara itu, Perdana Menteri China Li Qiang mengunjungi wilayah terdampak di Tibet untuk memantau langsung upaya penanganan bencana.

Pemerintah China juga mengerahkan hampir 800 personel darurat, anjing pelacak, dan perahu cepat untuk membantu operasi penyelamatan.