Konten dari Pengguna

Kalau Udah Mau Pensiun, Harus Berani Atur Uang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Uang itu harus diatur karena penghasilan kita terbatas, sementara kebutuhan dan keinginan tidak terbatas. Sangat jelas, uang harus diatur agar kita bida memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengorbankan masa depan. Mampu menghindari utang dan pengeluaran yang tidak perlu dan bisa menyiapkan dana darurat dan tujuan keuangan. Dan memastikan kehidupan tetap nyaman, termasuk saat memasuki masa pensiun. Jadi, bukan seberapa besar uang yang kita punya, tetapi seberapa baik kita mengaturnya.

Uang itu harus diatur. Sebab uang banyak tapi tidak diatur maka akan cepat habis. Sementara uang sedikit tapi diatur bisa cukup, bahkan bisa ada sisa yang ditabung untuk masa depan.

Mungkin kita perlu bertanya. Kerja bertahun-tahun, apa sudah siapkan untuk pensiun? Faktanya, tingkat kenyamanan hari tua berbanding lurus dengan kesiapan finansial dan mental yang dimiliki. Lalu, kita mau ada di tingkat kenyamanan seperti apa saat pensiun nanti?

Uang itu harus diatur, gaji pun perlu dialokasikan untuk masa pensiun. Mungkin cara paling sederhana untuksiapkan pensiun adalah:

1. Hitung pengeluaran bulanan: Tentukan berapa biaya hidup yang Anda butuhkan setiap bulan di masa pensiun.

2. Hitung pengeluaran tahunan: Kalikan pengeluaran bulanan dengan 12 bulan.

3. Gunakan rumus 25x: Kalikan total pengeluaran tahunan tersebut dengan 25 (atau bagi dengan 4%).

4. Maka rumusnya: Total Dana Pensiun = Pengeluaran Tahunan × 25.

Sebagai contoh: jika biaya hidup kita Rp6.000.000 per bulan, maka pengeluaran tahunan kita adalah Rp72.000.000. Maka total dana/uang pensiun yang harus dikumpulkan adalah Rp72.000.000 × 25 = Rp1.800.000.000. Maka di masa pensiun, kita akan Tarik/mengambil 4% dari Rp1,8 miliar tersebut (yaitu Rp72 juta per tahun atau Rp6 juta per bulan) untuk biaya hidup di hari tua sehingga tidak bergantung secara finansial pada anak atau keluarga. Jadi lebih mandiri secara finansial di masa tua. Dan sisa dana yang ada tetap dapat ditempatkan pada instrumen investasi seperti reksa dana atau obligasi agar pertumbuhannya bisa mengimbangi inflasi.

Bila mau lebih sederhana lagi, menabunglah di dana pensiun agar bisa mencukupi kebutuhan biaya hidup bulanan selama 10 tahun ke depan setelah pensiun. Misal pensiun di usia 56 tahun dengan biaya hidup bulanan Rp. 6 juta per bulan, maka kita harus punya uang Rp. 72 juta X 10 tahun = rp. 720 juta. Intinya, atur yang dari sekarang untuk masa pensiun. Miliki dana pensiun sejak dini, karena cepat atau lambat, kita pasti akan pensiun.

kalau mau pensiun, harus berani atur uang

Jelang pensiun, patut pula diperhatikan agar kita menentukan batas “cukup” untuk diri kita karena kekayaan dan jumlah sering tidak ada batasnya. Jika sudah mencapai batas cukup, syukuri dan atur dengan baik. Jangan bertindak gegabah yang bisa jadi risiko. Bila mau menaikkan pengeluaran atau biaya di masa pensiun maka harus punya aksi untuk menaikkan pendapatan. Siapkan juga dana darurat minimal untuk 1 tahun ke depan, agar tidak perlu menjual aset yang dimiliki (seperti mobil, tanah atau rumah). Bila mau investasi, pilihlah investasi yang sanggup dijalankan dalam durasi lama.

Soal pensiun, hal yang paling berharga adalah waktu, bukan barang. Mulailah untuk menabung untuk hari tua. Sebab alasan paling berbahaya yang bikin orang melarat di masa tua adalah anggapan: 'Ahh, pensiun kan masih 20-30 tahun lagi, ngapain dipikirin sekarang?”. Ketahuilah, keunggulan terbesar dalam menyiapkan dana pensiun itu bukan seberapa gede gaji kita. Tapi seberapa cepat kita mulai menabung. Karena di situ berlaku hukum “compound interest”, dana akan tumbuh berkali-kali lipat karena lebih lama punya dana pensiun. Mulai sisihkan Rp500 ribu per bulan di usia 22 tahun, hasilnya bakal jauh lebih gede dibanding kita baru mulai sisihkan Rp2 juta per bulan di usia 40 tahun.

Maka siapkan dana pensiun sejak dini. Mulai mendaftar DPLK secara digital, agar lebih mudah dan transparan. Salah satunya melalui platform digital DPLK “SimPensiun” atau website: https://simpensiun.com/.

Jangan tunda lagi, yuk siapkan pensiun. Uang itu harus diatur, apalagi saat mau pensiun. Ada uang yang dipakai untuk hari ini, ada pula yangharus disisihkan untuk hari esok. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM

aplikasi digital DPLK SimPensiun