Kalung Berlian 200 Karat Dicuri dari Museum di Wina, Austria

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berlian. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berlian. Foto: Shutterstock

Pencurian perhiasan koleksi museum kembali terjadi di Eropa. Kali ini terjadi di Museum of Applied Arts (MAK), Wina, Austria. Kalung karya Van Cleef & Arpels yang bertahtakan 673 berlian seberat 200 karat dicuri oleh dua pria.

Pencurian perhiasan bernilai jutaan dolar itu terjadi pada Kamis (27/8). Polisi mengatakan kedua pelaku membeli tiket masuk museum, lalu memecahkan lemari kaca tempat kalung itu ditampilkan. Kedua pelaku kemudian pergi membawa kalung tersebut.

Polisi menyatakan bahwa kedua pria tersebut tidak mengenakan penutup wajah, membayar tiket masuk museum, dan terlihat jelas di kamera pengawas saat melakukan pencurian.

"Mereka memecahkan lemari pajangan kaca menggunakan palu sebelum melarikan diri membawa perhiasan tersebut ke arah yang tidak diketahui," demikian bunyi pernyataan polisi dikutip dari AFP, Sabtu (29/8).

Pihak museum MAK membenarkan adanya pencurian tersebut, namun tidak mau berkomentar lebih lanjut.

Kalung yang dicuri merupakan bagian dari pameran yang didedikasikan untuk desainer asal Prancis, Van Cleef & Arpels. Terdapat sekitar 500 buah karya telah dipamerkan sejak bulan Juni. Pameran tersebut dijadwalkan berakhir pada 27 September.

Meskipun MAK mengumumkan bahwa pameran akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, bagian museum tempat pencurian terjadi dibuka kembali beberapa jam kemudian. Lemari panjang yang pecah ditutupi panel berwarna biru, namun tidak ada pemberitahuan yang menjelaskan mengenai pencurian tersebut.

Pernah Dikenakan Ratu Nazli

Kalung yang dicuri itu dirancang untuk mantan keluarga kerajaan Mesir dan pernah dikenakan oleh Ratu Nazli pada tahun 1939 dalam acara pernikahan putrinya, Faiza, dengan calon Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi.

Di situs webnya, Van Cleef & Arpels menyebut karya yang dicuri itu sebagai "triumph of white jewellery". Perusahaan asal Prancis tersebut tidak segera memberikan komentar terkait pencurian ini.