Kampung Telulas: Dari Barang Bekas Tumbuh Masa Depan Berkelanjutan

Mahasiswi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang, KKN Berdampak Kelompok 124 UMM
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Yeni Alniyati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak semua perubahan harus dimulai dari sesuatu yang baru. Di RT 13 Gandon Barat, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, barang-barang bekas justru diberi kesempatan untuk memiliki kehidupan baru.
Di tangan mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 124 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), barang-barang tersebut diolah menjadi tempat sampah yang kini digunakan untuk mendukung kebiasaan memilah sampah di lingkungan masyarakat.
Program tersebut diberi nama “Separate Today, Sustain Tomorrow” sebuah ajakan sederhana untuk memulai kebiasaan hari ini demi lingkungan yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Pada 24 Agustus 2026, mahasiswa dari Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN Berdampak Kelompok 124 UMM membuat dan menempatkan delapan tong sampah di RT 13 Gandon Barat. Delapan tong tersebut terdiri atas empat pasang tempat sampah basah dan sampah kering yang ditempatkan di empat titik strategis.
Namun, program ini bukan sekadar tentang menyediakan tempat untuk membuang sampah.
Barang Bekas yang Diberi Fungsi Baru
Alih-alih membeli tong sampah baru, mahasiswa memilih untuk memanfaatkan barang bekas. Tong-tong tersebut kemudian dibersihkan dan dicat, dilengkapi penyangga kayu, serta diberi label sampah basah dan sampah kering.
Proses pembuatannya dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa.
Dari barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan, lahirlah fasilitas sederhana yang kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan melalui program Separate Today, Sustain Tomorrow: menjaga keberlanjutan dapat dimulai dengan memanfaatkan apa yang masih memiliki nilai guna.
Setelah selesai dibuat, empat pasangan tempat sampah ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, yaitu di sekitar rumah Ketua RT 13, lokasi kegiatan lomba dan upacara, Pojok Baca Kampung Telulas, serta di depan rumah Mas Dean.
Keempat titik tersebut dipilih agar fasilitas pemilahan sampah dapat dijangkau dan dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Memulai Pemilahan dari Lingkungan Terdekat
Melalui program ini, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk mulai mengenali perbedaan jenis sampah sebelum membuangnya.
Kebiasaan memilah sampah memang terlihat sederhana. Namun, perubahan kebiasaan sering kali dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, keberadaan pasangan tempat sampah basah dan kering di empat titik tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas baru, tetapi juga menjadi pengingat untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat turut dilibatkan dalam sosialisasi mengenai penggunaan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya agar program tidak berhenti ketika masa KKN selesai.
Kampung Telulas: Memulai dari Satu Titik
Program Separate Today, Sustain Tomorrow menjadi salah satu bagian dari gagasan yang lebih besar, yaitu Kampung Telulas.
RT 13 Gandon Barat dipilih sebagai titik fokus pengembangan program KKN Berdampak Kelompok 124 UMM. Dalam waktu pelaksanaan KKN yang terbatas, mahasiswa menyadari bahwa tidak mungkin seluruh wilayah Desa Sukolilo dapat menjadi fokus secara mendalam dalam waktu kurang lebih satu bulan.
Karena itu, satu titik dipilih untuk menjadi pusat pelaksanaan berbagai program.
Dari RT 13 lahirlah gagasan Kampung Telulas sebuah konsep pengembangan masyarakat yang mencakup berbagai aspek. Mulai dari literasi, lingkungan, ramah anak, dolanan, hingga kesenian.
Program pemilahan sampah melalui Separate Today, Sustain Tomorrow menjadi salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya konsep kampung hijau dalam Kampung Telulas.
Harapannya, RT 13 tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan program selama mahasiswa menjalani masa KKN. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan dapat terus berkembang bersama masyarakat dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
Peresmian Bersama Masyarakat dan Pemerintah Desa
Momentum 24 Agustus 2026 juga menjadi hari peresmian Kampung Telulas.
Rangkaian peresmian dihadiri oleh Ketua KKN Berdampak Kelompok 124 UMM, Zaenal selaku Kepala Desa Sukolilo, serta Zainal selaku Ketua RT 13 Gandon Barat.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula serah terima simbolis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dan keberlanjutan program yang telah dilaksanakan mahasiswa bersama masyarakat.
Kehadiran pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Sebab, setelah masa KKN berakhir, berbagai gagasan yang telah dirintis tentu membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk terus tumbuh.
Dari Satu RT untuk Masa Depan
Kampung Telulas berangkat dari sebuah gagasan sederhana: memusatkan perubahan pada satu titik terlebih dahulu.
Jika berbagai program yang telah dirintis dapat terus berjalan dan memberikan manfaat, RT 13 diharapkan dapat menjadi kampung percontohan yang menginspirasi wilayah lain untuk mengembangkan potensi dan program sesuai karakter masing-masing.
Mungkin suatu hari, Kampung Telulas dapat dikenal bukan hanya sebagai RT 13 di Gandon Barat, tetapi sebagai sebuah kawasan yang mampu menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terkecil.
Begitu pula dengan delapan tong sampah yang dibuat dari barang bekas.
Jumlahnya mungkin tidak besar. Hanya empat pasangan tempat sampah yang ditempatkan di empat titik.
Namun, dari sana ada sebuah pesan yang ingin dibawa: perubahan menuju lingkungan yang lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.
Kadang, perubahan cukup dimulai dari satu barang bekas yang diberi fungsi baru. Dari satu kebiasaan untuk memilah sampah. Dan dari satu kampung yang berani memulai.
