Kapolri Listyo Sigit Diangkat Jadi Anggota Kehormatan KSBSI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi anggota kehormatan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Pengangkatan tersebut merupakan salah satu keputusan yang diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBSI.
Elly menilai pengangkatan Listyo sebagai anggota kehormatan merupakan hal yang istimewa. Ia menyebut Listyo merupakan Kapolri aktif yang menjadi anggota kehormatan dalam serikat buruh.
"Boleh jadi memang saya akan di-declare juga ini adalah hal pertama sekali Pak, seorang Kapolri yang sedang aktif memimpin Jenderal menjadi anggota kehormatan di serikat buruh," kata Elly dalam sambutannya pada penutupan Rakernas KSBSI di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (28/8).
Elly mengatakan, keputusan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang menurutnya akan menjadi warisan selama dirinya memimpin KSBSI.
"Jadi kalau ada yang mengkritik saya tentang ini, saya pertaruhkan harga diri saya dengan jabatan saya bahwa ini adalah sebuah legasi yang saya dapatkan ketika saya memimpin di serikat buruh Pak," kata Elly.
Dia mengapresiasi kerja sama antara KSBSI dan Polri, termasuk melalui Desk Ketenagakerjaan Polri yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir.
"Izinkan saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri termasuk Desk Ketenagakerjaan, ada Pak Irhamni dan tim, yang selalu bekerja sama dua tahun terakhir ini dengan kami," kata Elly.
Ia berharap Desk Ketenagakerjaan Polri tidak hanya dikenal di tingkat pusat, tetapi juga dapat hadir di seluruh provinsi dan daerah. Kata dia, KSBSI akan melakukan sosialisasi bersama Desk Ketenagakerjaan di sejumlah wilayah.
"Kami berharap Desk Ketenagakerjaan bukan hanya dikenal di tingkat pusat Pak, tapi di seluruh provinsi, di seluruh daerah," tambah Elly.
Pendekatan humanis dalam hubungan Polri dengan buruh perlu terus diperkuat. Ia juga berharap persoalan hubungan industrial dapat lebih mengedepankan dialog.
"Ini merupakan langkah pendekatan yang humanis terus diperkuat. Kami sudah merasakan itu Pak. Dan ketika terjadi persoalan industrial, kami berharap yang dikedepankan adalah sosial dialog," katanya.
Lingkungan Buruh Jadi Rumah Kedua
Sementara itu Kapolri dalam sambutannya mengatakan, hubungan dengan serikat buruh membuatnya merasa bahwa lingkungan buruh telah menjadi rumah kedua baginya.
"Saya merasa bahwa semakin hari semakin saya bertemu dengan rekan-rekan buruh memang tanpa saya sadari bahwa ini menjadi rumah kedua saya. Jadi selain di kepolisian bertemu dengan teman-teman serikat, ini menjadi rumah kedua saya," ujar Listyo.
Ia juga mengapresiasi peran Desk Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan kepada buruh, khususnya dalam persoalan hubungan industrial.
"Dan saya terima kasih Desk Ketenagakerjaan sudah diperjuangkan oleh teman-teman buruh untuk kemudian masuk di revisi Undang-Undang Ciptaker yang baru. Bagi kami ini suatu apresiasi untuk institusi Polri sekaligus juga menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh," kata Listyo.
Listyo menambahkan, Desk Ketenagakerjaan Polri juga memiliki peran dalam membantu buruh terkait persoalan yang berdampak terhadap kehidupan dan ancaman kejahatan maupun kriminalisasi di lingkungan pekerjaan.
"Namun di sisi lain juga terkait dengan masalah-masalah yang menyangkut ataupun berdampak terhadap kehidupan yang tentunya harus dijaga dan dilindungi buruh dari ancaman-ancaman terhadap kejahatan ataupun kriminalisasi di lingkungan pekerjaan dan itu menjadi kewajiban dari Desk Ketenagakerjaan untuk bisa membantu rekan-rekan buruh," tutupnya.
