Kapolri: Mahasiswa UMSU Menjadi Kekuatan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri

Generasi muda menjadi salah satu kekuatan strategis Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Dengan bonus demografi yang akan mencapai momentum pada 2030–2035, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun masa depan melalui generasi yang berpendidikan, berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok penting dalam kuliah umum Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026, Senin (28/9/2026).

Di hadapan 6.027 mahasiswa, Sigit mengajak generasi muda memandang perubahan bukan semata sebagai tantangan, tetapi juga sebagai ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengambil peran. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dinamika geopolitik, hingga perubahan sosial dan ekonomi menuntut lahirnya generasi yang mampu membaca arah perubahan sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Sigit menegaskan pemimpin masa depan harus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Untuk itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan ilmu dan kemampuan beradaptasi.

Pendidikan, menurut pesan yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut, harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan integritas. Generasi muda juga perlu menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran di tengah masyarakat. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dipersiapkan bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai individu yang mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Peran strategis mahasiswa juga tercermin dalam kehidupan kampus. Mereka didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di saat yang sama, mahasiswa memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan kampus yang aman dan kondusif dengan menolak narkoba, kekerasan, perundungan, intoleransi, serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu persatuan.

Di luar kampus, kontribusi tersebut dapat diwujudkan dengan menjadi agen perubahan, mendukung program pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong pemberdayaan masyarakat, mengembangkan kewirausahaan, serta menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.

Pesan Sigit juga menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Indonesia memiliki bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, serta potensi ekonomi yang besar. Seluruh potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat diubah menjadi kekuatan pembangunan dan kesejahteraan.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” menjadi gong pesan Sigit kepada mahasiswa UMSU.

Karena itu, masa perkuliahan bukan sekadar perjalanan memperoleh gelar akademik. Masa tersebut merupakan proses menempa kemampuan, karakter, kepemimpinan, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Dari ruang-ruang pendidikan hari ini, diharapkan lahir generasi yang siap menjadi penggerak Indonesia pada 2045.

Mahasiswa Harus Mampu Baca Arah Perubahan dan Berani Mengambil Peran

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri

Sigit juga mendorong mahasiswa berani mengambil peran dalam berbagai agenda besar bangsa. Cermat dalam membaca arah perubahan juga sangat diperlukan.

Perubahan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) berlangsung semakin cepat dan membawa tantangan yang semakin kompleks. Di tengah perubahan tersebut, generasi muda memiliki ruang yang besar untuk mempersiapkan diri, mengembangkan kemampuan, dan mengambil peran dalam membangun masa depan Indonesia.

Kapolri menekankan pemimpin masa depan harus mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika perkembangan teknologi terus mengubah cara masyarakat bekerja, berinteraksi, dan memperoleh informasi.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kapolri mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu dan kemampuan beradaptasi, membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, serta berani berkarya dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Perkembangan teknologi juga membawa tantangan di ruang digital. Dalam paparannya, Kapolri menyoroti tingginya penggunaan media sosial di Indonesia yang belum sepenuhnya diikuti literasi digital yang memadai. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, dan berbagai bentuk kejahatan digital.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, pemuda memiliki peran penting untuk menjaga persatuan dan keamanan di ruang digital. Mahasiswa didorong menangkal hoaks dan provokasi, menjaga kerukunan, serta menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.

Namun, kontribusi pemuda tidak berhenti pada ruang digital. Di lingkungan kampus, mahasiswa memiliki peran dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Di luar kampus, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung program pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong kemajuan masyarakat, dan mengembangkan kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Peran tersebut menjadi semakin strategis karena Indonesia memiliki momentum bonus demografi pada 2030–2035. Dalam paparannya, Kapolri menempatkan pendidikan berkualitas dan peningkatan keterampilan sebagai bagian penting untuk memastikan Indonesia mampu memanfaatkan potensi sumber daya manusianya.

Pada akhirnya, perubahan bukan sesuatu yang hanya perlu dihadapi, tetapi harus dipahami dan direspons dengan kesiapan. Pemuda yang memiliki ilmu, karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam perjalanan bangsa.

Karena itu, masa pendidikan menjadi bagian penting dari proses menyiapkan pemimpin masa depan. Dari kampus hari ini, generasi muda dipersiapkan untuk membaca perubahan, mengoptimalkan potensi diri, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Perekat Persatuan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri

Sigit juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan perubahan positif. Dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkontribusi di lingkungan kampus, tetapi juga mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

“Menjadi agen perubahan, menginisiasi dan mengajak masyarakat melakukan perubahan positif serta berpartisipasi dalam pembangunan,” ujar Sigit.

Kapolri mengatakan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan sesuai bidang keilmuan masing-masing, mulai dari mendukung ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan dengan menjaga kerukunan serta ikut menangkal hoaks dan provokasi.

Peran tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Tingginya penggunaan ruang digital harus diikuti kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.

Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, menghargai perbedaan, dan memperkuat kolaborasi.

“Menjaga kerukunan, menangkal hoaks dan provokasi, serta mengajak masyarakat menjauhi narkoba, kekerasan, intoleransi, dan tindakan anarkis,” pesan Kapolri.