Kapolri: Revisi UU Ciptaker Harus Ciptakan Perlindungan dan Kesejahteraan Buruh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana penutupan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).  Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana penutupan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut revisi Undang-Undang Cipta Kerja harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), perlindungan, dan kesejahteraan buruh.

Dia bilang revisi UU Cipta Kerja saat ini tengah didorong oleh buruh bersama pemerintah, DPR, dan pengusaha. Menurutnya, revisi tersebut diharapkan dapat mengakomodasi hal-hal yang diperjuangkan para buruh.

"Tentunya salah satu yang paling krusial saat ini adalah bagaimana teman-teman buruh bersama pemerintah, DPR, dan pengusaha saat ini sedang mendorong revisi Undang-Undang Ciptaker yang diharapkan ini betul-betul bisa menjawab apa yang menjadi harapan, apa yang ingin kita masukkan di dalamnya untuk bagaimana meningkatkan kualitas SDM buruh, meningkatkan perlindungan terhadap buruh, dan tentunya bagaimana meningkatkan kualitas kesejahteraan buruh," kata Listyo saat menutup Rakernas KSBSI di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (28/8).

Dia menambahkan revisi UU Cipta Kerja tersebut diharapkan dapat menjawab sembilan isu krusial yang selama ini diperjuangkan buruh. Mulai dari soal pengaturan upah minimum hingga jaminan sosial.

Dia menyebut, proses perjuangan tersebut perlu terus dijaga dan dikawal oleh para buruh yang telah berlangsung cukup panjang.

"Dan ini menjadi sangat penting untuk terus teman-teman jaga dan teman-teman kawal sehingga apa yang menjadi perjuangan yang cukup panjang selama ini, beberapa kali saya sampaikan bagaimana rekan-rekan berjuang mulai dari pada saat ada putusan Omnibus beberapa waktu yang lalu sampai dengan saat ini," kata Listyo.

Suasana penutupan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Dia juga menyoroti komunikasi antara buruh dan pengusaha yang saat ini terus dilakukan. Ia menyebut keduanya telah duduk bersama untuk menyusun rencana ke depan.

"Saya sampaikan baru pertama kalinya kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana, rencana ke depan untuk bisa maju bersama-sama," ungkapnya.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membawa harapan bagi buruh sekaligus mendukung hilirisasi dan daya saing Indonesia.

"Dan ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua, bagi buruh, bagi hilirisasi, dan bagi kemampuan Indonesia untuk betul-betul siap maju memiliki daya saing dengan negara-negara lain," tutup Listyo.