Kapolri: Transformasi Digital Ciptakan 170 Juta Lapangan Kerja di Dunia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut perkembangan teknologi dalam revolusi industri 5.0 berpotensi mengurangi jumlah tenaga kerja. Namun, di sisi lain, transformasi digital juga dinilai dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam jumlah besar.

Dia bilang perkembangan teknologi saat ini mencakup berbagai bidang, seperti robotik, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan internet of things (IoT). Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perubahan menuju revolusi industri 5.0.

"Kita memang menghadapi situasi global yang sangat berat dan juga perubahan lanskap dari perjalanan mulai dari teknologi revolusi industri masuk kepada perkembangan selanjutnya di saat ini revolusi industri 5.0 ya, yang tentunya banyak mengembangkan kemampuan-kemampuan teknologi, mulai dari robotik, AI, IoT, dan di situ juga bagaimana peran dari rekan-rekan buruh untuk terus kemudian bisa eksis," kata Listyo dalam sambutannya pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (28/8).

Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut memiliki dua sisi terhadap tenaga kerja. Di satu sisi, perkembangan teknologi berpotensi mengurangi jumlah tenaga kerja dalam jumlah besar. Di sisi lain, juga menciptakan peluang 170 juta lapangan pekerjaan baru yang tercipta dari transformasi digital.

Suasana penutupan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

"Situasi ini di satu sisi secara data ini memiliki potensi untuk mengurangi jumlah tenaga kerja dalam cukup besar. Namun di sisi lain, transformasi digital yang dilaksanakan ini juga menciptakan jumlah kurang lebih 170 juta lapangan pekerjaan baru di seluruh dunia," pungkas Listyo.

Karena itu, buruh perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan teknologi tersebut. Listyo bilang, persiapan diperlukan agar buruh tetap memiliki peran dalam perkembangan industri.

"Dan tentunya bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut sehingga walaupun ada perkembangan teknologi namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan," ungkapnya.

Dia juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi buruh untuk menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, perkembangan situasi global membutuhkan kualitas SDM dan kompetensi buruh agar mampu bersaing dengan negara lain.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat berdialog dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta Selatan, Jumat (7/8). Foto: Dok. Istimewa

"Bagaimana kita mempersiapkan kompetensi dan daya saing kita untuk menghadapi perkembangan situasi global yang membutuhkan kualitas SDM dan kompetensi dari SDM kita, para buruh Indonesia, untuk betul-betul siap menghadapi perubahan zaman, menghadapi berbagai macam tantangan teknologi, dan bagaimana buruh selalu bisa hadir dan memiliki daya saing dengan negara-negara lain yang tentu juga melakukan hal yang sama," kata Listyo.

Listyo berharap buruh Indonesia dapat mengambil peran lebih besar seiring perkembangan industri dan program hilirisasi. Peningkatan kualitas SDM diperlukan agar buruh tidak hanya mengisi pekerjaan pada tingkat bawah dan menengah, tetapi juga dapat mengisi posisi manajerial.

"Dan harapan kita bahwa di seluruh sektor hilirisasi tersebut ke depan dengan kualitas SDM kita yang unggul, kita tidak hanya bekerja di sektor kelas bawah, skill kelas menengah, bahkan di sektor top managerial nantinya bisa diisi oleh rekan-rekan dari buruh sekalian, rekan-rekan Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, transfer pengetahuan dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi buruh Indonesia dalam menghadapi perkembangan industri.

"Oleh karena itu transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting sehingga kita siap untuk kemudian pada saatnya buruh Indonesia dengan hilirisasi-nya kita akan bisa dorong Indonesia ini menjadi negara nomor empat di dunia di bidang ekonomi," tutup Listyo.