Kata Tetangga soal Sosok Pemilik Daycare Little Aresha Yogya: Tidak Ramah
·waktu baca 2 menit

Lia, salah seorang warga menceritakan kondisi sehari-hari daycare Little Aresha di Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang digerebek polisi terkait kasus kekerasan dan penelantaran anak.
Rumah Lia tepat berada di depan daycare tersebut. Dia bilang, daycare itu baru pindah setahun belakangan.
"Hampir setahun di sini. Sebelumnya sebelah sana (RT sebelah)," kata Lia, Minggu (26/4).
Selama setahun beroperasi di depan rumahnya, Lia mengatakan, para pengasuh di daycare tersebut cenderung tertutup. Sementara pemiliknya disebut tidak ramah.
"Kan kalau sama tetangga harusnya 'silakan bu' (menyapa), ini enggak. Istilahnya pasif. Srawungnya (berbaurnya) kurang. Apalagi (pemilik) yayasan enggak begitu friendly, enggak ramah," beber dia.
Sehari-hari, daycare ini ada banyak anak-anak yang dititipkan. Setiap sore hingga jelang malam, ramai orang tua yang menjemput anaknya.
"20 lebih (anak tiap hari)," tuturnya.
Dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di daycare ini, polisi sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Mereka adalah 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh.
Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melaksanakan gelar perkara. Sementara motif kekerasan masih akan didalami.
Para tersangka terancam pasal perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76A Juncto Pasal 77 atau Pasal 76B Juncto Pasal 77B atau Pasal 76C Juncto Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak.
Dari 103 anak yang ada di daycare tersebut, 53 di antaranya diduga menjadi korban. Para korban kebanyakan usianya masih di bawah 2 tahun. Anak-anak ini mengalami kekerasan seperti diikat tangan dan kakinya.
