Kebakaran Hutan Landa Ranu Kembang, Pendakian Gunung Semeru Ditutup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali terbakar, Rabu (26/8/2026). Foto: Pos PGA Semeru
zoom-in-whitePerbesar
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali terbakar, Rabu (26/8/2026). Foto: Pos PGA Semeru

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur kembali terbakar, Rabu (26/8). Kebakaran membuat pendakian ke Ranu Kumbolo yang berada di area Gunung Semeru ditutup oleh Balai Besar TNBTS selaku pengelola wisata.

Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan jalur ini karena wilayah Blok Ranu Kembang yang berdekatan dengan Ranu Kumbolo terbakar. Penutupan dilakukan karena muncul beberapa titik api yang membahayakan pendaki.

"Sehubungan dengan terjadinya kebakaran hutan yang terjadi pada tanggal 26 Agustus 2026 di Blok Ranu Kembang, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total," kata Rudijanta Tjahja Nugraha saat dikonfirmasi wartawan.

Pendakian Semeru ditutup Foto: IG/@bbtnbromotenggersemeru

Penutupan diberlakukan sejak Rabu (26/8) malam, setelah surat edaran dari pengelola taman nasional diterbitkan. Menurutnya, titik api baru terdeteksi di wilayah Gunung Semeru sejak Rabu sore (26/8) dan kian membesar. Berdasarkan video yang didapat, titik api menyebar luas karena angin bertiup kencang.

"Penutupan terhitung sejak pengumuman ini diterbitkan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan, dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pengunjung," jelasnya.

Pengunjung yang sudah membeli tiket masuk Ranu Kumbolo dapat mengajukan pengembalian atau penjadwalan ulang (reschedule) setelah kegiatan pendakian ke Ranu Kumbolo dibuka. Informasi mengenai pembukaan kembali akan diumumkan lebih lanjut oleh pengelola.

Meski demikian, wisata Ranu Regulo dan akses Jalan Raya Malang-Lumajang melalui Ranu Pani yang berada di bawah Ranu Kumbolo masih terbuka.

"Akses transportasi Malang-Lumajang melalui wilayah Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro tetap dapat dilalui, serta kegiatan kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Kebakaran hutan membumbung di atas kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dekat Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, Senin (10/8/2026). Foto: Juni Kriswanto/AFP

3 Agustus 2026

Sebelumnya, kebakaran lahan dan hutan sempat melanda kawasan Gunung Bromo setelah titik api pertama terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026. Titik api yang awalnya berada di Blok Bantengan, Kabupaten Probolinggo, itu terus meluas ke beberapa blok hingga mencakup empat wilayah kabupaten dengan luas area terbakar 1.121 hektare.

Api sepenuhnya baru bisa dipadamkan pada Selasa, 18 Agustus 2026, setelah 15 hari operasi pemadaman yang melibatkan ribuan personel gabungan, termasuk tiga unit helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikerahkan untuk water bombing.