Kebakaran Pabrik Dupa di Tangerang, 3 Pegawai Dievakuasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah api yang membakar pabrik dupa di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah api yang membakar pabrik dupa di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Pabrik dupa yang berada di Kampung Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, terbakar, Senin, (20/7).

Kebakaran ini terjadi pada 16.30 WIB, dan mengakibatkan sejumlah pegawai harus dievakuasi karena menghirup asap pekat dari material yang terbakar.

"Betul, kejadiannya pukul 16.30 WIB, hingga malam ini petugas masih berjibaku memadamkan. Ada tiga pegawai yang dievakuasi dan sudah dalam penanganan petugas PMI Kota Tangerang. Mereka pingsan karena menghirup asap pekat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Andia S. Rahman.

Suasana saat kebakaran pabrik dupa di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Titik api diketahui muncul dari area belakang pabrik yang kemudian merambat ke sejumlah barang, hingga akhirnya membesar.

Pada peristiwa itu, sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan terhadap warga yang terdampak asap kebakaran pabrik dupa.

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah api yang membakar pabrik dupa di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

"Saat ini masih upaya pemadaman dengan 6 unit mobil damkar dari sejumlah UPT diterjunkan. Untuk penyebabnya kami belum tahu, tapi tidak ada korban jiwa. Dan petugas kesehatan juga membagikan masker ke warga agar tidak terlalu banyak menghirup asap," ujarnya.