Kemendikdasmen Bangun 37 Sekolah Nasional Terintegrasi, 17 Dibuka Tahun Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan sambutan dalam acara Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan sambutan dalam acara Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyelenggarakan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 2026. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi yang akan beroperasi secara bertahap pada 2026 hingga 2027.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengatakan penyelenggaraan SNT merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 20 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan.

Program ini juga menjadi mandat pemerintah untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

“Program SNT merupakan mandat bagi pemerintah untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Mu’ti dalam Taklimat Media Penyelenggaraan SNT, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7).

Mu’ti menjelaskan, pada 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 lokasi direncanakan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahapan pembangunan di tahun 2026 dan akan melakukan penerimaan murid baru di tahun 2027,” jelasnya.

Acara Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7). Foto: Kevin Daniel/kumparan

17 SNT yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 berada di:

- Kabupaten Bogor

- Kabupaten Cianjur

- Kabupaten Gowa

- Kabupaten Bone Bolango

- Kota Tidore Kepulauan

- Ibu Kota Nusantara (IKN)

- Kabupaten Banyumas

- Kabupaten Jepara

- Kota Subulussalam

- Kota Tarakan

- Kabupaten Donggala

- Kabupaten Bolaang Mongondow

- Kabupaten Minahasa Utara

- Kabupaten Kupang

- Kabupaten Buton Tengah

- Kabupaten Tebo

- Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sementara itu, 20 lokasi yang memasuki tahap pembangunan pada 2026 meliputi:

- Kabupaten Mahakam Ulu

- Kabupaten Penajam Paser Utara

- Kabupaten Bener Meriah

- Kabupaten Gayo Lues

- Kabupaten Aceh Jaya

- Kabupaten Cilacap

- Kabupaten Malang

- Kabupaten Purbalingga

- Kabupaten Dharmasraya

- Kabupaten Pasaman Barat

- Kabupaten Tulang Bawang

- Kabupaten Sumba Tengah

- Kabupaten Mappi

- Kabupaten Pandeglang

- Kabupaten Tasikmalaya

- Kota Pekanbaru

- Kabupaten Sambas

- Kabupaten Sigi

- Kabupaten Bangka Tengah

- Kabupaten Karo.

Kementerian Sosial bersama Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi mengembangkan budaya literasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 62 Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Kemensos

Mu’ti menambahkan, proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT berlangsung pada 21-24 Juli 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 3 Agustus 2026, sedangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada 10 Agustus 2026.

“SPMB akan dimulai tanggal 21 Juli sampai 24 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi 3 Agustus 2026, MPLS dimulai 10 Agustus 2026,” kata Mu’ti.

Mu’ti lebih lanjut mengatakan pemerintah juga menargetkan menghadirkan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029. Menurutnya, SNT akan menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah agar kualitas pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029. SNT dikembangkan sebagai pusat pengembangan pendidikan di daerah untuk mendorong pemerataan mutu pendidikan sampai ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.