Kemendikdasmen Bangun Puluhan Tenda untuk Sekolah Darurat di NTT

Kemendikdasmen menyediakan 50 tenda yang dijadikan ruang kelas sementara untuk para siswa dan guru terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya juga menyiapkan dukungan konektivitas melalui Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.
"Tim lintas direktorat di Kemendikdasmen juga mulai bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan layanan pendidikan," kata Mu'ti dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Tahap pertama, Kemendikdasmen mengirim 30 tenda dari penyimpanan Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Pengiriman juga membawa 1.000 paket family kit, 200 paket, school kit umum, dan 2.000 paket school kit SMA/SMK untuk mendukung kebutuhan warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Kemudian pada tahap kedua, 20 tenda dari penyimpanan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang dikirim untuk mendukung sekolah di wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.
Lebih lanjut, Mu'ti mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan pendataan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
"Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman," ujarnya.
235 Sekolah Terdampak
Ia mengatakan, per 16 Agustus 2026 kemarin, sebanyak 253 sekolah terdampak gempa. Rinciannya 199 sekolah PAUD/TK, SD, SMP dan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar). Kemudian ada 54 sekolah SMA/SMK/SLB juga terdampak.
Hingga saat ini, lanjut dia, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan terus melakukan proses pendataan dan penanganan kerusakan.
Ia menyebut Kabupaten Manggarai Timur merupakan wilayah dengan kerusakan terparah. Total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak. Kemudian Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 52 satuan pendidikan. Di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs.
"Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru," tuturnya.
Mu'ti mengatakan, pihaknya telah mengarahkan satuan pendidikan untuk menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman, tenda belajar, atau meliburkan pembelajaran sementara sesuai kondisi daerah.
"Kami juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan HIMPSI. Layanan tersebut akan segera bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan," ucapnya.
"Langkah selanjutnya adalah mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk kebutuhan sarana dan alat belajar," sambung Mu'ti.
