Kemenkes Catat 1.527 Spesimen Positif Influenza pada 2026

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenaga kesehatan melakukan tes usap atau swab test pasien saat penapisan gejala influenza di Puskesmas Serpong 1, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga kesehatan melakukan tes usap atau swab test pasien saat penapisan gejala influenza di Puskesmas Serpong 1, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 1.527 spesimen positif influenza di Indonesia sejak Januari hingga minggu ke-38 atau September 2026.

Meski terjadi peningkatan aktivitas influenza, tingkat aktivitasnya masih berada dalam kategori rendah hingga sedang.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan angka tersebut berasal dari pemeriksaan terhadap 8.757 spesimen melalui surveilans Influenza-like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

"Dari jumlah tersebut, 1.527 positif influenza atau sekitar 17 persen. Data ini sampai minggu ke-38," kata Andi dalam konferensi pers, Senin (28/9).

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Kemenkes mencatat 2.790 spesimen positif influenza dari 11.805 spesimen yang diperiksa, dengan tingkat positivitas sekitar 26 persen.

Andi mengatakan peningkatan kasus pada September merupakan pola musiman yang juga terlihat pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan selama 10 tahun, aktivitas influenza pada surveilans SARI di rumah sakit masih tergolong rendah. Sementara itu, aktivitas pada surveilans ILI di puskesmas berada dalam kategori sedang.

"Untuk SARI, tingkat aktivitas influenza berada pada area kuning atau rendah. Sementara itu, untuk ILI, tingkat aktivitasnya sedang atau moderat," ujarnya.

Pada 2026, subtipe influenza yang paling banyak ditemukan adalah influenza A (H1N1pdm09), disusul influenza A (H3N2) dan influenza B Victoria.

Belum Ada Bukti Influenza A Lebih Berat

Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni dalam konferensi pers perkembangan kasus influenza, Senin (28/9/2026). Foto: Kemenkes RI

Di tengah peningkatan kasus tersebut, Kemenkes turut menanggapi keluhan masyarakat yang menyebut influenza A saat ini terasa lebih berat dibandingkan biasanya.

Andi menerangkan, tingkat keparahan influenza A tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengalaman atau keluhan masyarakat. Menurut dia, penilaian perlu mengacu pada data surveilans.

"Yang lebih penting adalah melihat data surveilans, termasuk jumlah kasus berat, rawat inap, dan kematian," jelas Andi.

Sementara untuk influenza A H3N2 subklade K, Kemenkes juga menjelaskan tidak menemukan peningkatan tingkat keparahan penyakit.

"Untuk influenza A H3N2 subklade K yang sempat menjadi perhatian, Kementerian Kesehatan berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia tidak menemukan peningkatan tingkat keparahan penyakit," tambah Andi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama kelompok berisiko seperti balita, ibu hamil, lansia, orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta dengan kondisi immunocompromised (gangguan sistem kekebalan tubuh).

"Masyarakat tidak perlu panik. Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan virus dan tingkat keparahannya melalui sistem surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Andi.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Jika tersedia, masyarakat juga dapat menggunakan hand sanitizer karena tangan sering menyentuh wajah.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza berat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.