Kemlu: 9 Jemaah Haji Korban Kecelakaan Bus di Jabal Magnet Sudah Pulang ke Hotel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur PWNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakpus, Kamis (30/4/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur PWNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakpus, Kamis (30/4/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkap kondisi terkini 10 jemaah haji Indonesia yang menjadi korban kecelakaan bus di Jabal Magnet, Arab Saudi. Ia mengatakan sebanyak 9 jemaah haji sudah dipulangkan ke hotel masing-masing.

"Tujuh orang dari kloter JKS-1 luka ringan dan sudah mendapat penanganan dan ketujuh orang ini sudah kembali ke Hotel Andalus Garden," kata Heni saat konferensi pers di Kemlu, Kamis (30/4).

"Kemudian tiga orang lainnya yang berasal dari kloter Surabaya 2 setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang telah diperbolehkan kembali," tambahnya.

Sementara satu jemaah haji lainnya, yakni Sri Sugihartin saat ini masih mendapat penanganan medis. Dia masih dirawat di rumah sakit.

"Sedangkan satu orang jemaah haji berusia 60 tahun sampai tadi pagi kami cek masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Al Hayat Kuba," tuturnya.

"KJRI Jeddah tentunya akan terus memantau penanganan dari pengobatan jemaah haji," tambahnya.

2 Bus Jemaah Haji Kecelakaan

Dua bus rombongan jemaah haji Indonesia mengalami kecelakaan pada Selasa (28/4) pagi Waktu Arab Saudi. Insiden itu terjadi di kawasan Jabal Magnet yang berjarak 60 km dari Madinah.

Rombongan yang terlibat kecelakaan yakni jemaah kloter SUB-2 (Embarkasi Surabaya) dari Probolinggo dengan jemaah JKS-1 (Embarkasi Jakarta-Bekasi). Mereka ke Jabal Magnet dalam rangka city tour.

Sekilas Jabal Magnet

Jabal Magnet atau Wadi Al-Baida merupakan destinasi unik di pinggiran Madinah yang tersohor karena fenomena kendaraan dapat meluncur naik secara otomatis meski mesin dalam posisi netral.

Banyak orang meyakini hal ini terjadi akibat tarikan magnet bumi yang sangat kuat, namun para ahli geologi lebih cenderung menyebutnya sebagai ilusi gravitasi.

Fenomena tersebut menciptakan tipuan visual pada mata manusia, sehingga jalan yang sebenarnya menurun terlihat seolah menanjak akibat kontur perbukitan di sekelilingnya.

Terlepas dari penjelasan ilmiah tersebut, lokasi ini tetap menjadi magnet wisata bagi jemaah haji dan umrah yang ingin merasakan langsung sensasi aneh tersebut di tengah panorama perbukitan batu yang eksotis.