Indonesia Prihatin atas Serangan ke Kilang Minyak UEA, Soroti Eskalasi Konflik
·waktu baca 2 menit

Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di Perserikatan Emirat Arab (UEA) atau Uni Emirat Arab (UEA).
Hal itu disampaikan Kemlu RI dalam pernyataan tertulis, Rabu (6/5). Kemlu menuturkan, serangan tersebut dinilai berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, serta mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global.
"Serangan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global, yang dampaknya dapat meluas hingga ke negara-negara di luar kawasan," tulis Kemlu.
Serangan Drone di Fujairah
Serangan terhadap fasilitas energi di UEA terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Salah satunya serangan drone yang menghantam Pelabuhan Fujairah pada Senin (4/5), yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak strategis di kawasan Teluk.
Dalam insiden tersebut, tiga warga negara India dilaporkan mengalami luka-luka.
Otoritas UEA menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone, termasuk 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 pesawat nirawak yang diluncurkan dari Iran.
Potensi Dampak Global
Pemerintah Indonesia menilai dampak serangan tidak hanya terbatas pada kawasan, tetapi juga berpotensi meluas ke negara lain, terutama terkait pasokan energi global.
Karena itu, Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati kesepakatan gencatan senjata secara penuh.
Selain itu, semua pihak juga diminta menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil.
Dorong De-eskalasi dan Dialog
Kemlu menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai upaya de-eskalasi.
Upaya tersebut dilakukan dengan mengedepankan dialog guna mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.
Pemerintah juga mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di UEA untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
WNI diminta mengikuti arahan pemerintah setempat serta Perwakilan RI di Perserikatan Emirat Arab.
Sebelumnya, UEA menuding serangan pada Pelabuhan Fujairah itu datang dari Iran. Namun, Iran menyangkalnya.
