Kepanasan, Sopir Bus di Prancis Pingsan lalu Tabrak Pohon

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga membawa kipas angin listrik saat gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (23/6/2026). Foto: Abdul Saboor/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga membawa kipas angin listrik saat gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (23/6/2026). Foto: Abdul Saboor/REUTERS

Gelombang panas saat ini sedang menyengat Prancis dan negara-negara Eropa tetangganya. Kondisi di banyak sekolah, kantor, dan pabrik menjadi tidak tertahankan seiring meningkatnya suhu yang memecahkan rekor.

Bahkan, seorang sopir bus dilaporkan pingsan hingga armada yang dikemudikannya menabrak pohon diduga karena kepanasan. Insiden ini terjadi pada Kamis (25/6) di terminal Porte de Saint-Cloud, Paris.

Video yang dirilis media Le Parisien memperlihatkan kondisi bus yang melayani jalur 189 setelah menabrak pohon tersebut. Tampak bagian depan kendaraan ringsek dan kacanya pecah.

Ilustrasi gelombang panas. Foto: Melinda Nagy/Shutterstock

Bus yang dioperasikan oleh perusahaan transportasi ATM itu tidak ber-AC, dan saat kejadian berlangsung tengah melaju pelan tanpa membawa penumpang di dalamnya.

Pihak serikat pekerja menunjuk gelombang panas ekstrem dan ketiadaan fasilitas pendingin ruangan (AC) sebagai penyebab utama yang membuat sopir kehilangan kesadaran hingga memicu kecelakaan. Dilaporkan juga, di wilayah Paris dan sekitarnya, baru sekitar 60% armada bus yang memiliki fasilitas AC memadai.

kumparan post embed

"Saya sangat terkejut mengetahui bahwa bus tersebut masih diizinkan beroperasi (dalam kondisi tanpa AC) di tengah cuaca ekstrem seperti ini,โ€ komentar Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, Jean-Pierre Farandou, dilansir BFMTV.

kumparan post embed

Merespons hal tersebut, serikat kerja mengancam akan melakukan aksi mogok kerja pada jalur-jalur bus tanpa AC demi keselamatan para kru.

Mereka memaparkan hasil pengukuran suhu di terminal yang menunjukkan area kemudi bus non-AC bisa berkisar antara 45โ€“48 derajat Celsius, bahkan area belakang bus bisa menembus angka mengerikan hingga 56 derajat Celsius.

Berdasarkan estimasi kantor berita AFP, sekitar 44 juta dari total hampir 67 juta penduduk Prancis saat ini berada di bawah tingkat siaga merah (red alert) tertinggi akibat ancaman panas ekstrem ini.

Warga Prancis juga dilaporkan berebut membeli kipas angin dan AC untuk menyejukkan tempat tinggal mereka. Lonjakan permintaan ini membuat sejumlah toko kehabisan stok.

X post embed