Konten dari Pengguna

Keterkaitan Program Pembangunan Daerah dengan Sasaran RPJPN 2025–2045

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fani Dwi Syafna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa memperhatikan arah pembangunan nasional. Setiap program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah perlu memiliki keterkaitan dengan perencanaan pembangunan yang lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga untuk masa depan. Dengan demikian, program yang dijalankan oleh setiap perangkat daerah bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan bagian dari upaya mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Gambar tersebut menggambarkan pentingnya pembangunan kesehatan melalui pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat. Ilustrasi menampilkan tenaga kesehatan, ibu hamil, anak-anak, pasangan, serta lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan pada berbagai tahap kehidupan ilustrasi foto : chatgpt ai
zoom-in-whitePerbesar
Gambar tersebut menggambarkan pentingnya pembangunan kesehatan melalui pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat. Ilustrasi menampilkan tenaga kesehatan, ibu hamil, anak-anak, pasangan, serta lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan pada berbagai tahap kehidupan ilustrasi foto : chatgpt ai

Salah satu contoh yang dapat dilihat adalah program pembangunan di bidang kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga perlu memperhatikan pencegahan penyakit, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pemerataan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Program yang menjadi contoh dalam pembahasan ini adalah Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat. Program tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan melalui berbagai kegiatan, seperti pelayanan kesehatan di puskesmas, pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, deteksi dini penyakit, serta kegiatan promotif dan preventif. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhannya.

Pelaksanaan program tersebut tentu tidak terlepas dari perencanaan yang disusun secara bertahap. Pada tingkat tahunan, program dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kota Dumai Tahun 2026. Renja menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan selama satu tahun, termasuk penentuan target, indikator kinerja, serta kebutuhan anggaran. Pada tahap ini, perencanaan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana atau anggaran yang terserap, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan dan manfaat yang dirasakan setelah pelayanan diberikan.

Selanjutnya, Renja memiliki hubungan dengan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kota Dumai Tahun 2025–2029. Renstra memberikan arah pembangunan sektor kesehatan selama lima tahun, sedangkan Renja menerjemahkan arah tersebut ke dalam kegiatan tahunan yang lebih konkret. Artinya, kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 seharusnya menjadi bagian dari upaya mencapai tujuan dan sasaran strategis dinas. Misalnya, apabila peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu sasaran yang ditetapkan dalam dokumen resmi, kegiatan tahunan perlu diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut melalui indikator yang sesuai.

Keterkaitan ini kemudian berlanjut ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Dumai Tahun 2025–2029. Dalam rancangan RPJMD yang menjadi rujukan pembahasan, terdapat tujuan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk dengan sasaran pembangunan yang mencakup “Kesehatan untuk Semua”. Sasaran tersebut menunjukkan pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Program yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan memiliki peran dalam mewujudkan sasaran tersebut, terutama melalui peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar, pencegahan penyakit, dan peningkatan mutu layanan. Ketika masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Dalam jangka yang lebih panjang, pembangunan kesehatan daerah juga perlu dilihat melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Dumai Tahun 2025–2045. Dokumen ini menjadi pedoman pembangunan daerah selama 20 tahun agar pelaksanaannya berlangsung secara terarah dan berkesinambungan. Program kesehatan yang dilaksanakan setiap tahun mungkin terlihat sederhana, seperti pelayanan di puskesmas atau kegiatan pencegahan penyakit. Namun, apabila dilakukan secara konsisten dan disertai peningkatan kualitas pelayanan, program tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penduduk yang sehat akan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendidikan, bekerja secara produktif, dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Dengan demikian, pembangunan kesehatan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Dumai dalam jangka panjang.

Keterkaitan tersebut semakin luas ketika dihubungkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. RPJPN menjadi pedoman pembangunan nasional untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dalam arah pembangunan tersebut, peningkatan kualitas kesehatan menjadi salah satu unsur penting dalam pembangunan manusia. Masyarakat yang sehat memiliki kemampuan lebih baik untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi dirinya. Oleh sebab itu, program kesehatan di daerah dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai contoh, pelayanan kesehatan ibu dan anak yang baik dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Demikian pula, imunisasi, deteksi dini penyakit, dan kegiatan pencegahan lainnya dapat membantu masyarakat terhindar dari risiko penyakit tertentu. Hasil dari kegiatan tersebut memang tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Namun, jika dilaksanakan secara berkelanjutan dan didukung oleh sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur, serta kebijakan publik yang baik, pembangunan kesehatan dapat menjadi salah satu fondasi untuk membentuk masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dari rangkaian tersebut, terlihat bahwa setiap dokumen perencanaan memiliki peran yang saling berhubungan. Renja Dinas Kesehatan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan tahunan, Renstra memberikan arah strategis selama lima tahun, RPJMD menghubungkan program perangkat daerah dengan tujuan pembangunan Kota Dumai, RPJPD memberikan arah pembangunan daerah dalam jangka panjang, sedangkan RPJPN menjadi pedoman pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pada akhirnya, keterkaitan program pembangunan daerah dengan sasaran RPJPN 2025–2045 menunjukkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga oleh pelaksanaan program-program nyata di daerah. Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai merupakan salah satu contoh bagaimana kebutuhan masyarakat di tingkat lokal dapat dihubungkan dengan cita-cita pembangunan nasional. Melalui perencanaan yang selaras, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi yang berkelanjutan, program kesehatan daerah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya Indonesia Emas 2045.