Konten dari Pengguna

Ketika Gaji Terakhir Datang, Apa yang Terjadi?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Mah, tahun depan aku pensiun.”

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Pak Darto sambil menatap kalender di meja makan. Istrinya tersenyum santai. “Ya nggak apa-apa, kan nanti ada uang pensiun.” Pak Darto terdiam.

“Kalau gaji bulanan berhenti, kita punya berapa untuk hidup?” ucap Pak Darto.

Malam itu mereka membuka satu per satu rekening. Tabungan ada, tetapi tidak banyak. Deposito tidak ada. Dana pensiun tidak punya. Investasi belum pernah dimulai. Dana darurat pun tinggal sedikit. Untuk pertama kalinya, mereka menyadari bahwa selama puluhan tahun mereka sibuk menyiapkan kebutuhan anak, rumah, kendaraan, dan berbagai keperluan hari ini—tetapi lupa menyiapkan kehidupan setelah pensiun, setelah gaji berakhir.

“Berarti selama ini kita salah mengatur uang?” tanya istrinya dengan suara pelan. Pak Darto hanya menggeleng. “Bukan salah, Mah. Mungkin kita hanya terlalu yakin bahwa pensiun masih lama.” Mereka lalu menghitung sederhana: kebutuhan rumah tangga, listrik, kesehatan, makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Ternyata setelah pensiun nanti, kebutuhan hidup tidak ikut pensiun. Bahkan bisa jadi ada pengeluaran yang justru meningkat. Yang berubah hanyalah satu hal besar: penghasilan aktif dari pekerjaan tidak lagi datang setiap bulan.

Malam itu mereka akhirnya memahami satu hal penting: pensiun bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi memulai fase kehidupan baru yang tetap membutuhkan penghasilan. Dan penghasilan itu tidak seharusnya baru dipikirkan ketika kartu pegawai sudah tidak berlaku. Persiapan pensiun idealnya dimulai ketika masa pensiun masih terasa jauh. Sedikit demi sedikit, dari penghasilan yang kita terima hari ini, disisihkan untuk membangun sumber dana bagi kehidupan di masa depan.

Ketika gaji terakhir datang?

Sejak malam itu, Pak Darto dan istrinya tidak lagi bertanya, “Berapa tahun lagi aku pensiun?” Mereka mulai bertanya, “Kalau nanti aku tidak menerima gaji lagi, kehidupan seperti apa yang ingin kita jalani?” Mereka mulai menyusun ulang strategi keuangan, menentukan target dana pensiun, dan mencari cara agar sebagian penghasilan hari ini bisa menjadi bekal untuk puluhan tahun setelah masa kerja berakhir. Karena semakin dini dipersiapkan, semakin panjang waktu yang kita miliki untuk membangun dana pensiun secara bertahap.

Dan mungkin, itulah pertanyaan yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri hari ini: kalau gaji terakhir kita datang bulan depan, apakah kehidupan kita tetap bisa berjalan dengan tenang? Kalau jawabannya belum yakin, tidak perlu menunggu sampai pensiun untuk mulai bersiap. Karena pensiun yang nyaman bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Ia adalah hasil dari keputusan-keputusan kecil yang kita mulai jauh sebelum hari pensiun itu tiba. #YukSiapkanPensiun #BulanDanaPensiun #DPLKSAM #EdukasiDPLK

aplikasi digital DPLK SimPensiun