Konten dari Pengguna

Ketika Notifikasi Mengalahkan Konsentrasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Fakhry Nurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/vectors/social-media-addiction-man-7213158/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/vectors/social-media-addiction-man-7213158/

Media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Di satu sisi, media sosial dapat berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Namun, di sisi lain, penggunaan yang berlebihan berpotensi menurunkan fokus dan hasil belajar siswa. Saat ini, hampir seluruh siswa mengakses media sosial setiap hari, baik untuk keperluan komunikasi, pencarian informasi, maupun aktivitas digital lainnya. Oleh karena itu, pola pemanfaatan media sosial menjadi faktor penentu yang membedakan dampak negatif maupun positif terhadap prestasi akademik. Salah satu dampak negatif media sosial adalah menurunnya semangat akademik akibat kecenderungan siswa untuk membandingkan dirinya dengan orang lain melalui platform tersebut. Fenomena social comparison ini dapat memicu stres, yang pada gilirannya mengurangi motivasi belajar dan berujung pada penurunan hasil akademik. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh MTs Negeri 8 Sleman (2025), yang menyatakan bahwa fenomena social comparison di media sosial berpotensi menurunkan motivasi belajar dan meningkatkan stres, sehingga berdampak negatif terhadap capaian akademik siswa. Selain itu, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat mengganggu konsentrasi saat belajar. Semakin sering siswa mengakses media sosial, semakin sulit bagi mereka untuk mempertahankan fokus terhadap materi pelajaran. Platform berbasis video pendek, seperti TikTok dan Instagram dinilai lebih mudah mengalihkan perhatian karena menyajikan konten yang menarik secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dari International Institute for Culture, Language and Science (2025), terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan kemampuan konsentrasi siswa. Bahkan, platform berbasis video pendek menunjukkan korelasi negatif yang lebih kuat terhadap fokus belajar dibandingkan dengan platform lainnya. Di samping itu, media sosial lebih sering dimanfaatkan sebagai sarana hiburan daripada sebagai alat bantu belajar, sehingga efektivitas belajar siswa mengalami penurunan. Siswa cenderung mengalami distraksi saat belajar, pola belajar menjadi tidak teratur, dan penyelesaian tugas sekolah sering kali mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut menyebabkan waktu belajar tidak dimanfaatkan secara optimal, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya prestasi akademik. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Universitas Negeri Makassar (2025), yang menjelaskan bahwa media sosial lebih dominan digunakan siswa untuk hiburan dibandingkan untuk keperluan belajar. Akibatnya, konsentrasi belajar menurun, pola belajar terganggu, dan tugas sering kali diselesaikan melewati batas waktu, sehingga efektivitas belajar berkurang secara signifikan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media sosial seharusnya berperan sebagai penunjang pembelajaran, bukan sebagai pemicu menurunnya prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, disarankan agar siswa menggunakan media sosial secara bijaksana, membatasi durasi penggunaannya, serta mengutamakan kegiatan akademik. Dengan demikian, manfaat media sosial dapat dirasakan tanpa mengganggu pencapaian akademik siswa.