Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin memberikan keterangan di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Dok. DPD RI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin memberikan keterangan di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Dok. DPD RI

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan apresiasi dan pujian atas pidato dan capaian diplomasi President Prabowo Subianto pada acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9) kemarin.

Menurut dia, dalam pidato Prabowo, tak hanya menyiratkan konsistensi sikap diplomatik Indonesia terhadap semua negara terutama Rusia, tapi juga memperkuat kerja sama ekonomi dan bisnis antara Indonesia dengan Rusia dengan skema perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

"Bagi Indonesia, Russia adalah merupakan salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal Bangsa Indonesia selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Russia dalam membantu Indonesia," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Jumat (4/9).

Kata Sultan, Rusia adalah negara mapan terkait teknologi. Hal ini, lanjut dia, penting dalam mendukung program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis

"Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Russia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, energi nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Sultan menilai capaian hasil kerja sama ekonomi dan bisnis Rusia dan Indonesia akan meningkatkan kualitas Pengelolaan SDA di daerah.

"Melalui pendekatan Perdagangan bebas, Insyallah ke depan akan banyak sekali Pengusaha Russia yang bersedia melakukan investasi di Indonesia. Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait," ujarnya.

Presiden Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Ada beberapa hal yang ditekankan kepala negara dalam pidato itu, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik yang terjadi.

Prabowo menjabarkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Untuk itu dia juga mengajak agar Rusia serta anggota EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan yang terlibat melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).

"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," kata Prabowo.