Ketua MPR Temui Siswa Sekolah Rakyat Natuna: Semangat Belajar, Fasilitas Megah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono beserta jajaran melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna dalam Kunjungan Kerja Delegasi Pimpinan MPR ke Daerah Perbatasan Kab Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (30/9). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono beserta jajaran melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna dalam Kunjungan Kerja Delegasi Pimpinan MPR ke Daerah Perbatasan Kab Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (30/9). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ketua MPR Ahmad Muzani meminta 180 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna, Kepulauan Riau, belajar sungguh-sungguh.

Ia mengingatkan tidak semua anak berkesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat.

"Belajar yang benar ya, enggak semua anak bisa sekolah di Sekolah Rakyat," ujar Muzani kepada para siswa saat berkunjung ke SRT 32 Natuna, Rabu (30/9).

Muzani datang bersama Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Kunjungan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Delegasi Pimpinan MPR ke wilayah perbatasan di Natuna. Sebelumnya, rombongan mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Cemaga Utara.

Setibanya di sekolah, Muzani disambut para siswa yang menyanyikan lagu Laskar Pelangi yang dipopulerkan grup musik Nidji. Ia lalu berbincang dengan tiga siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono beserta jajaran melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna dalam Kunjungan Kerja Delegasi Pimpinan MPR ke Daerah Perbatasan Kab Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (30/9). Foto: Nauval Pratama/kumparan

180 Siswa dari Keluarga Desil 1 dan 2

Muzani mengatakan, SRT 32 Natuna kini menampung 180 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruhnya berasal dari Natuna, dan rata-rata anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2.

"Yang kedua, hari ini kami sedang berada di Sekolah Rakyat di Kabupaten Natuna. Ada 180 murid dari SD, SMP, dan SMA. Mereka semua berasal dari Kabupaten Natuna, mereka rata-rata anak dari orang tua yang berada di Natuna dari desil 1 dan desil 2," kata Muzani.

Menurut Muzani, para siswa punya semangat belajar dan bercita-cita memperbaiki taraf hidup mereka.

"Nah, semua itu adalah anak-anak yang tadi kita saksikan bersama, mereka bersemangat untuk belajar, mereka bercita-cita menjadi orang yang lebih baik dari taraf hidup yang sekarang ini, dan mereka bersemangat," ujarnya.

Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono beserta jajaran melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna dalam Kunjungan Kerja Delegasi Pimpinan MPR ke Daerah Perbatasan Kab Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (30/9). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Investasi Jangka Panjang

Muzani menilai fasilitas Sekolah Rakyat Natuna sudah cukup baik dan representatif, sehingga harus dimanfaatkan siswa sebaik mungkin.

"Karena itu pesan kami adalah mereka bersungguh-sungguhlah belajar, karena fasilitas yang sudah cukup megah, cukup bagus, cukup representatif Sekolah Rakyat ini harus dimanfaatkan dengan baik," kata Muzani.

Ia berharap Sekolah Rakyat tidak hanya mendidik siswa yang sudah bersekolah saat ini, tetapi juga menjangkau anak-anak lain yang membutuhkan akses pendidikan pada tahap berikutnya.

"Itu tentu saja akan mendidik anak yang sekarang sudah masuk, kemudian pada tahap berikutnya adalah anak-anak yang juga sudah memerlukan support, dukungan dari Sekolah Rakyat ini," tuturnya.

Muzani menyebut Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia, yang menuntut kesabaran dan keberlanjutan dari negara.

"Harapan kami ini adalah bagian dari cara untuk memberi penanaman, mempersiapkan dari sumber daya manusia Indonesia masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang yang harus sabar, tekun, dan tapi harus dilakoni, dijalani oleh negara," pungkasnya.