Konten dari Pengguna

KKN 103 UMRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MTsN 2 Pelalawan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN KELOMPOK 103 PANGKALAN LESUNG tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Kelompok 103 Universitas Muhammadiyah Riau bersama para siswa MTsN 2 Pelalawan setelah kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying, Selasa, 14 Juli 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Kelompok 103 Universitas Muhammadiyah Riau bersama para siswa MTsN 2 Pelalawan setelah kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying, Selasa, 14 Juli 2026.

PELALAWAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 103 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di MTsN 2 Pelalawan, 14 Juli 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Sosialisasi diikuti oleh para siswa MTsN 2 Pelalawan dengan rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN Kelompok 103 UMRI menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Bullying juga dapat terjadi secara verbal maupun sosial, seperti mengejek, menghina, memberikan julukan yang tidak menyenangkan, mengucilkan seseorang dari lingkungan pertemanan, hingga menyebarkan perkataan atau tindakan yang merugikan orang lain.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai cyberbullying atau perundungan yang dilakukan melalui media digital. Para siswa diingatkan untuk menggunakan media sosial secara bijak serta tidak menjadikan platform digital sebagai sarana untuk menghina, mempermalukan, atau menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain.

Mahasiswa KKN turut menekankan bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat memberikan dampak berbeda bagi setiap orang. Perkataan maupun tindakan yang dilakukan secara berulang hingga membuat seseorang merasa tertekan, takut, malu, atau tidak nyaman perlu menjadi perhatian bersama.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diberikan penjelasan mengenai dampak bullying terhadap korban. Perundungan dapat memengaruhi rasa percaya diri, kenyamanan dalam mengikuti kegiatan di sekolah, hubungan sosial dengan teman sebaya, hingga semangat dalam belajar Karena itu, siswa diajak untuk tidak menjadi pelaku maupun pihak yang membiarkan tindakan bullying terjadi. Ketika menemukan perundungan, siswa diharapkan tidak ikut mengejek, menertawakan, merekam, maupun menyebarkan kejadian tersebut.

Para siswa juga diarahkan untuk membantu korban dan melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang dapat dipercaya, seperti guru, wali kelas, orang tua, maupun pihak sekolah. Langkah tersebut dinilai penting dalam upaya mencegah terjadinya bullying secara berkelanjutan, Pelaksanaan sosialisasi berlangsung secara komunikatif dan interaktif. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga para siswa dapat mengenali berbagai bentuk bullying yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa MTsN 2 Pelalawan terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Interaksi antara mahasiswa KKN dan peserta turut mendukung penyampaian pesan mengenai pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perkataan, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat, Sosialisasi Anti-Bullying ini merupakan salah satu kegiatan KKN Kelompok 103 Universitas Muhammadiyah Riau dalam bidang pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para siswa untuk turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, positif, dan bebas dari tindakan perundungan. Kesadaran bersama antara siswa, guru, orang tua, serta lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya bullying, Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN Kelompok 103 Universitas Muhammadiyah Riau dan para siswa MTsN 2 Pelalawan.