KKN-T IPB Laksanakan Program GIMAS 1000 HPK Untuk Cegah Stunting di Desa Kluwut

Mahasiswa IPB University
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Adelia Rachma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih dihadapi berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu daerah yang masih menghadapi permasalahan tersebut adalah Desa Kluwut, Kabupaten Brebes dengan prevalensi stunting sebesar 35,19% (Tidar et al. 2023). Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan serta kualitas hidup anak di masa mendatang. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak awal kehidupan melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan yang optimal selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Berdasarkan kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University tahun 2026 yang terdiri atas tujuh mahasiswa menyelenggarakan program “GIMAS 1000 HPK (Gerakan Ibu Mandiri untuk Anak Sehat 1.000 Hari Pertama Kehidupan).”
Periode 1.000 HPK dimulai sejak masa kehamilan, sehingga ibu hamil menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya pencegahan stunting. Berdasarkan hal tersebut, program “GIMAS 1.000 HPK” dilaksanakan melalui Kelas Ibu Hamil pada Kamis, 30 Juli 2026 di Rumah Anak Sigap, Desa Kluwut, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi terkait 1.000 HPK yang mencakup pengertian 1.000 HPK dan kaitannya dengan stunting, pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan Isi Piringku, praktik pemberian ASI eksklusif serta Makanan Pendamping ASI (MPASI). Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut melibatkan Poliklinik Desa (Polindes) dan Puskesmas Kluwut sebagai mitra dalam mendukung pelaksanaan program. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University didampingi oleh bidan Puskesmas Kluwut, Ibu Siti Faizah. Ibu Siti Faizah turut berperan sebagai fasilitator dengan membantu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh peserta.
Sebanyak tujuh ibu hamil mengikuti kegiatan dengan antusias. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi dan mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehamilan serta kebutuhan gizi selama masa kehamilan, maupun setelah bayi lahir, beberapa pertanyaan yang disampaikan antara lain, “Mengapa ASI bisa tidak lancar, apa faktornya?” dan “Makanan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan?”. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan bidan sebagai fasilitator.
Sebagai pelengkap materi, setiap peserta memperoleh selebaran (leaflet) yang berisi ringkasan informasi mengenai 1.000 HPK. Leaflet tersebut diberikan sebagai bahan bacaan bagi ibu hamil untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan serta memperdalam pemahaman mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan selama periode 1.000 HPK.
Melalui program GIMAS 1000 HPK, mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University berupaya meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya 1.000 HPK dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting di Desa Kluwut. Di sisi lain, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
