KKN UNDIP Ajarkan Puding Jagung, Bentuk Diversifikasi Pangan guna Cegah Stunting

Mahasiswi Universitas Diponegoro, Jurusan Ilmu Pemerintahan Semester 7
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Annisa Aprillia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Klaten, 03 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro di Desa Sidoharjo menghadirkan inovasi pangan lokal melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “Kreasi Sehat Pangan Lokal." Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja multidisiplin yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.
Penyuluhan “Kreasi Sehat Pangan Lokal” dilaksanakan bersamaan dengan agenda Rembuk Stunting Desa Sidoharjo pada Senin (3/8/2026) di Gedung Serbaguna Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, diantaranya Kepala Desa Sidoharjo, Camat Polanharjo, Bidan Desa Sidoharjo, Koordinator Desa, kader Posyandu dan PKK, serta perwakilan BKKBN. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi pengolahan puding jagung sebagai alternatif cemilan yang mudah dibuat dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Jagung dipilih karena merupakan salah satu komoditas pangan yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan karbohidrat, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral.
Pengolahan jagung menjadi puding juga menjadi salah satu bentuk diversifikasi pangan yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Melalui inovasi sederhana tersebut, jagung tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk olahan konvensional, tetapi dapat dikembangkan menjadi sajian yang lebih menarik bagi anak-anak dan keluarga. Pemanfaatan bahan pangan lokal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam menyediakan pilihan makanan yang bergizi dan terjangkau.
Proses pemaparan materi mengenai puding jagung dalam penyuluhan “Kreasi Sehat Pangan Lokal."
Selain memperkenalkan cara pengolahan pangan lokal, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi anak usia dini. Edukasi tersebut menjadi relevan dengan upaya pencegahan stunting karena pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas dan kandungan gizinya.
Dian, pemateri Rembuk Stunting dari Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, menyampaikan bahwa pemenuhan asupan protein pada anak usia 0–2 tahun masih menjadi perhatian. Menurutnya, salah satu kendala yang ditemui dalam pendampingan adalah Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang dapat berkaitan dengan kebiasaan anak mengkonsumsi camilan kurang sehat.
“Masyarakat masih kurang memahami pentingnya pemenuhan asupan protein bagi anak usia 0–2 tahun. Salah satu kendala yang kami temui adalah Gerakan Tutup Mulut (GTM), yang berdasarkan hasil evaluasi dan pendampingan banyak dipengaruhi oleh kebiasaan anak mengkonsumsi camilan tidak sehat yang mengandung bahan pengawet, perasa, serta tinggi penyedap rasa. Inovasi yang dibawa teman-teman KKN, seperti puding jagung dan nugget kulit pisang, sangat luar biasa karena memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif camilan yang lebih bergizi. Harapannya, inovasi ini dapat ditindaklanjuti dan diterapkan oleh kader-kader di Desa Sidoharjo sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Dian.
Kehadiran inovasi puding jagung dalam penyuluhan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar tidak hanya dapat menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat melalui pengolahan pangan.
Melalui program “Kreasi Sehat Pangan Lokal," mahasiswa KKN Tim II Undip berharap pengetahuan dan inovasi yang telah diperkenalkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan kader di Desa Sidoharjo. Dengan pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat sekaligus mendukung terciptanya pola konsumsi yang lebih sehat sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting di Desa Sidoharjo.
