Konten dari Pengguna

KKN UNS Kelompok 187 Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Piring

Foto Bersama Peserta Workshop (Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Peserta Workshop (Dokumen Pribadi)

Ngawi, 1 Agustus 2026 – Kelompok 187 KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan Workshop Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Produk Sabun Cuci Piring Bernilai Ekonomi bagi ibu-ibu PKK dan warga Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa KKN dalam memperkenalkan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki potensi nilai ekonomi.

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas memasak sehari-hari. Melalui workshop tersebut, masyarakat Desa Tambakromo diperkenalkan pada alternatif pemanfaatan minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi sabun cuci piring.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan limbah, tetapi juga mengangkat aspek kewirausahaan melalui pengembangan produk rumah tangga. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peluang mengubah bahan yang tidak lagi digunakan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Ibu-ibu PKK dan warga desa menjadi sasaran utama kegiatan karena memiliki peran penting dalam pengelolaan aktivitas rumah tangga. Melalui workshop ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai alternatif pemanfaatan minyak jelantah sekaligus mengenal potensi pengembangan produk yang berasal dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Demonstrasi Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Limbah Minyak Jelantah

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kelompok 187 KKN UNS dalam mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pengelolaan limbah rumah tangga. Minyak jelantah yang tidak lagi digunakan dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang sesuai, sehingga potensinya sebagai bahan untuk produk lain dapat dikenali.

Selain memberikan manfaat dari sisi pemanfaatan limbah, kegiatan ini memperkenalkan perspektif bahwa produk hasil pengolahan dapat dikembangkan lebih lanjut. Sabun cuci piring yang dihasilkan dapat menjadi contoh produk rumah tangga yang berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

Workshop ini dilaksanakan oleh Kelompok 187 KKN Universitas Sebelas Maret di Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Cynthia Permata Sari, S.Si., M.Ling.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 187 KKN UNS berupaya mendorong masyarakat Desa Tambakromo untuk melihat limbah rumah tangga dari sudut pandang yang lebih luas. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi berbasis potensi rumah tangga yang menggabungkan pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya, dan peluang kewirausahaan masyarakat.