Konten dari Pengguna

KKNMAs Kelompok 07 Olah Apel dan Labu Siam Jadi Produk Bernilai

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Brillian Daniar Kautama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Brillian Daniar Kautama (Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Malang - Angkatan 2024) dan Sofiana Fitria Rohmawati (Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto - Angkatan 2023).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMAs) Kelompok 07 melaksanakan kegiatan sosialisasi pengolahan bahan pangan berbasis potensi lokal di Dusun Tosari, Desa Duwet Krajan, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan hasil pangan lokal melalui inovasi produk yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan berlangsung di Posko KKNMAs Kelompok 07 dan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari ibu PKK, warga Dusun Tosari, serta anggota Karang Taruna. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai teknik pengolahan bahan pangan lokal, khususnya pengolahan apel menjadi selai dan labu siam menjadi produk olahan pangan berupa labu mustofa.

Dusun Tosari memiliki berbagai potensi hasil pertanian yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif. Namun, sebagian bahan pangan masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKNMAs Kelompok 07 berupaya memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki peluang ekonomi.

Koordinator Desa (Kordes) KKNMAs Kelompok 07 menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses pembuatan produk, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

"Kami melihat bahwa Dusun Tosari memiliki potensi bahan pangan lokal yang cukup besar. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa hasil pertanian lokal dapat dikembangkan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah dan peluang untuk dikembangkan sebagai usaha."

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan apel menjadi selai, mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pengemasan produk. Selain itu, peserta juga mempraktikkan pembuatan labu mustofa dari bahan dasar labu siam sebagai salah satu alternatif produk pangan rumahan.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti proses praktik dan berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk tersebut di lingkungan Dusun Tosari.

Salah satu perwakilan ibu PKK Dusun Tosari menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengolah bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar mereka.

"Kegiatan ini memberikan ide baru bagi kami untuk memanfaatkan bahan yang ada di sekitar menjadi makanan yang lebih menarik. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan dan dikembangkan bersama oleh masyarakat."

Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi pengolahan pangan lokal (Sumber: KKN MAs Kelompok 07)

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKNMAs Kelompok 07 berharap masyarakat Dusun Tosari dapat memiliki wawasan baru mengenai pengolahan pangan lokal. Selain meningkatkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk rumahan yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.

Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kemandirian masyarakat. Dengan inovasi sederhana seperti pengolahan apel menjadi selai dan labu siam menjadi labu mustofa, bahan pangan yang sebelumnya hanya dikonsumsi sehari-hari dapat memiliki nilai manfaat yang lebih luas.