KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penyebab Masih Diselidiki

Kapal KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makasar yang terbakar di perairan Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8), belum diketahui penyebab pasti kapal tersebut terbakar.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi mengenai penyebab kebakaran kapal tersebut. Pihaknya masih menyelidiki penyebabnya.
“Hingga saat ini kami belum mendapatkan informasi pasti terkait penyebab kapal terbakar. Yang jelas kami menerima informasi sekitar pukul 08.30 WIB bahwa kapal mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 pagi,” kata Didit saat wawancara Live AMPM kumparan, Minggu (2/8).
Didit menjelaskan, laporan awal diterima dari perusahaan pelayaran PT Lintas Lampung Pelayaran. Setelah menerima informasi tersebut, Kantor SAR Surabaya langsung berkoordinasi untuk mengidentifikasi kapal-kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.
“Pada saat kami menerima laporan, kendala awal adalah memastikan kapal-kapal terdekat di lokasi kejadian karena kami harus melakukan broadcast informasi kapal terbakar ini. Setelah itu kami mendapat konfirmasi ada dua kapal yang berhasil mendekat, yaitu TB Hasnur 06 dan Meratus Project 3. Kemudian disusul kapal-kapal lain,” ujarnya.
Menurut Didit, Kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat langsung ke KM Mutiara Sentosa 2 karena membawa muatan bahan berbahaya (hazmat).
“Meratus tidak bisa mendekat sekali ke kapal Mutiara Sentosa karena membawa hazmat. Jadi kapal itu hanya berlabuh di sekitar lokasi untuk memonitor proses evakuasi. Nantinya penumpang ditransfer dari TB Hasnur 06 ke Meratus Project 3,” katanya.
Didit mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan. Berdasarkan komunikasi terakhir dengan TB Hasnur 06, diperkirakan masih ada penumpang yang belum berhasil dievakuasi.
“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan informasi terakhir yang kami terima kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” ujar Didit.
Didit juga membenarkan adanya penumpang yang melompat ke laut saat kebakaran terjadi.
“Informasi yang kami dapat, penumpang yang melompat ke laut sudah dicoba untuk dievakuasi oleh kapal tugboat tersebut,” katanya.
Meski demikian, Didit belum dapat memastikan jumlah korban maupun kondisi seluruh penumpang karena operasi penyelamatan masih berlangsung.
“Untuk sampai sekarang kami belum bisa memastikan apakah ada korban jiwa atau tidak, karena hingga saat ini masih dalam proses evakuasi dari kapal-kapal yang berada di lokasi,” ujarnya.
