Komisi III Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Kursi di Unsoed

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung KPK mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan jual beli penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
KPK sebelumnya telah menetapkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka dan menduga Sekda Banyumas Agus Nur Hadie mengetahui praktik rekomendasi agar calon mahasiswa yang telah mengirimkan uang diterima sebagai mahasiswa baru.
Menurut Sahroni, praktik tersebut mencederai prinsip merit dalam pendidikan dan merusak integritas perguruan tinggi.
“Saya dukung KPK usut tuntas semua pihak yang terlibat dalam dugaan jual beli penerimaan mahasiswa baru di Unsoed ini. Ini miris sekali. Bagaimana kita mau menghasilkan mahasiswa berkualitas dan berintegritas kalau sejak masuk saja sudah suap menyuap," kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (14/9).
"Malah melihat siapa yang punya uang dan koneksi, ini benar-benar merusak kualitas pendidikan kita. Apalagi pelakunya Rektor, ditambah ada ada oknum pemerintah daerah yang diduga turut terlibat. Memalukan sekali, ini harus diberantas,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (14/9).
Sahroni menilai praktik tersebut juga merugikan calon mahasiswa yang telah berjuang secara jujur. Ia berharap KPK menelusuri kemungkinan adanya praktik serupa di perguruan tinggi lain.
“Kasihan adik-adik kita sudah belajar mati-matian dan berjuang secara jujur untuk masuk PTN impian mereka, jangan sampai kalah karena ada yang bermain uang dan koneksi. Itu sangat tidak adil dan bisa merusak moralitas generasi muda.
Dia pun berharap agar KPK juga menelurusi praktik serupa di univeritas lainnya.
"Saya harap KPK juga berani menelusuri jika ada dugaan praktik serupa di kampus-kampus lain. Pendidikan harus bersih dari KKN dan kembali pada sistem yang benar-benar berbasis merit,” tegas Sahroni.
Sebelumnya, Ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, diperiksa KPK terkait kasus pemerasan jalur masuk seleksi mandiri mahasiswa baru yang menjerat Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq.
Dalam pernyataannya, KPK menyebut Agus mengetahui adanya praktik pemerasan tersebut. Agus pun blak-blakan menceritakan pemeriksaannya di KPK.
