Kondisi Anak Korban Daycare Little Aresha: Luka di Tubuh hingga Paru-paru Basah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha Yogya, Noorman Windarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha Yogya, Noorman Windarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogya diungkap kepolisian. Sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha, Noorman Windarto, mengatakan anaknya mengalami pneumonia hingga luka-luka di tubuh.

Pneumonia atau paru-paru basah adalah infeksi dan peradangan akut pada jaringan paru-paru, biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Anak Noorman divonis menderita pneumonia sejak usia 3 bulan.

"Kita nggak nyangka kondisi di sana (daycare yang jadi penyebabnya)," kata Noorman saat pertemuan dengan orang tua korban daycare di rumah dinas Wali Kota Yogyakarta, Minggu (26/4).

Orang tua korban Daycare Little Aresha bertemu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (26/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Noorman mengatakan anaknya mengalami pneumonia serta luka-luka di bibir dan punggung.

"Luka-luka di punggung, di bibir, kemudian ada di selangkangan, ada di tubuh," katanya.

Luka itu kemudian dikonfirmasi ke pihak daycare. Mereka selalu menyatakan luka tersebut sudah ada sejak dari rumah. Padahal, tak ada kejadian apa pun di rumah.

"Kalau yang punggung sama bibir itu, saya sangat konsen, saya kadang-kadang mandiin, wong punggung itu enggak ada (luka) sama sekali. Kalau luka goresan dan lain-lain, pas di daycare itu langsung kaya difoto sama ya, kata sekolah, "Ini, adik sudah luka dari rumah, lho." Itu mulai janggal," katanya.

Warga melintas di dekat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (26/4/2026). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

"Yang kedua juga sama, bibir, bibir sampai ngelopek-ngelopek itu masih ada kayak bekas merah-merah. Saya juga enggak mungkin ini dirumah nggak apa-apa," katanya.

Video Anak Diikat

Usai penggerebekan kemarin, Noorman sempat melihat foto yang ditunjukkan polisi. Foto itu membuktikan adanya kekerasan di daycare tersebut.

"Pas anak-anak masih diikat dan tidak pakai baju hanya pakai popok. Ada yang masih berdiri di cagak pintu. Usianya udah besar terus apa namanya diikat. Terus yang dibedong," katanya.

Pada foto bayi yang dibedong, Noorman sempat berusaha memastikan apakah ada anaknya dalam foto tersebut. Namun, saat itu kondisi dirinya sudah panik dan tidak bisa memastikannya.

"Saya juga akhirnya trauma, trauma di situ, kalau lihat itu (foto) pasti nangis," katanya.