Kondisi Bayi Gajah Terjerat Perangkap di Jambi: Sudah Dilepas ke Induknya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi Gajah Sumatera terjerat diduga perangkap perambah di Jambi . Foto: BKSDA Jambi
zoom-in-whitePerbesar
Bayi Gajah Sumatera terjerat diduga perangkap perambah di Jambi . Foto: BKSDA Jambi

Seekor bayi gajah Sumatera berusia 15 bulan terjerat sling baja yang dipasang oleh orang tak dikenal di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, Jambi.

Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengatakan gajah tersebut sudah dilakukan pertolongan dan diobati. Kondisinya saat ini sudah membaik.

"Sudah semakin sehat. Sudah membaik," kata Himawan kepada kumparan, Kamis (2/7).

Himawan mengatakan gajah tersebut kita sudah dilepaskan kembali ke induknya. Menurut Himawan, berdasarkan analisis pihaknya, gajah tersebut memiliki peluang lebih besar sembuh saat kembali ke habitatnya.

"Setelah dilakukan pengobatan, gajah ini memiliki tingkat kesembuhan di alam lebih besar. Makanya kita lepaskan kembali ke induknya. Sudah lepas dengan induknya dan kelompoknya Wardani, ada kurang lebih 20-an ekor lah," ujarnya.

Lebih lanjut, Himawan mengatakan pihaknya mewaspadai adanya aktivitas ilegal yang dapat mengganggu jalur migrasi gajah.

Bayi Gajah Sumatera terjerat diduga perangkap perambah di Jambi . Foto: BKSDA Jambi

"Dari beberapa tahun kita jumpai gajah itu berubah jalur migrasi karena ada pemasangan jerat-jerat yang sering kita temuan saat penyisiran," kata dia.

"Anak-anak gajah itu individu-individu yang rentan jerat, perburuan. Ini yang jadi perhatian besar untuk dituntaskan permasalahan ini," tambahnya.

Sebelumnya, anak gajah bernama Sakda itu diduga terkena jerat setelah melewati pagar listrik yang dipasang di kawasan hutan. Saat berusaha melepaskan diri, sling baja putus, tetapi sebagian kawat tetap melilit kaki kiri depannya.

“Jadi, sling atau jerat itu sudah terlilit di kakinya selama dua minggu,” kata Himawan, Senin (29/6).

Petugas mengetahui kondisi Sakda saat melakukan patroli rutin. Anak gajah tersebut terlihat berjalan pincang sehingga tim melakukan pemantauan lebih lanjut.

“Kita lihat bahwa ada anak gajah yang berjalan dengan pincang. Kita kemudian monitoring, dan benar kita temukan anak gajah yang sedang cedera di bagian kaki,” ujarnya.

Tim BKSDA kemudian mengevakuasi Sakda, melepaskan jerat baja, dan memberikan penanganan medis. Meski mengalami luka terbuka pada kaki kirinya, kondisi tulang Sakda dipastikan tidak mengalami kerusakan sehingga satwa itu dapat kembali bergabung dengan kelompoknya.

“Beruntung, tulangnya belum remuk, baru luka terbuka dan sudah kembali pada kelompoknya,” kata Himawan.