Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 1.430 Orang

Korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Sabtu (28/6), sedikitnya 1.430 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan lainnya terluka dan puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang.
Memasuki lebih dari 72 jam sejak gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang pada Rabu (25/6), tim penyelamat terus mencari korban yang masih mungkin selamat di bawah reruntuhan bangunan.
Dilansir AFP, para ahli menyebut 72 jam pertama setelah bencana merupakan periode krusial untuk menemukan korban selamat. Setelah itu, operasi penyelamatan umumnya berubah menjadi pencarian jenazah.
Seorang petugas penyelamat asal El Salvador bahkan mengaku harapan menemukan korban selamat semakin kecil.
"Pada titik ini, kemungkinan besar yang kami temukan adalah jenazah. Semoga Tuhan masih mengizinkan kami menemukan orang yang masih hidup," ujarnya kepada AFP.
Di tengah operasi pencarian, secercah harapan sempat muncul ketika seorang bayi berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan di wilayah La Guaira sekitar 32 jam setelah gempa terjadi.
Jutaan Warga Butuh Bantuan
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan selain 1.430 korban tewas, terdapat 3.238 orang terluka akibat bencana tersebut.
Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan hingga 6,76 juta orang terdampak gempa dan membutuhkan tempat tinggal darurat, air bersih, layanan sanitasi, bantuan kesehatan, hingga kebutuhan pokok.
Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, sebelumnya juga memperingatkan jumlah korban masih dapat bertambah. Ia menyebut lebih dari 50 ribu orang masih dinyatakan hilang.
Di sisi lain, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
"Mereka menegaskan kembali komitmen untuk mendukung upaya penanganan bencana," kata Rodriguez.
Amerika Serikat telah mengirim tim tanggap darurat yang terdiri atas lebih dari 250 personel, termasuk tiga unit pencarian dan penyelamatan khusus yang dilengkapi anjing pelacak.
Selain AS, sebanyak 21 negara juga telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela.
