Korut Uji Coba Sistem Peluncur Rudal Klaim Bisa Hantam Target Sejauh 100 Km

Korea Utara (Korut) melakukan uji coba penembakan sistem peluncur roket ganda atau multiple rocket launcher system (MRLS) berpemandu kaliber 240 mm yang telah ditingkatkan kemampuannya. Uji coba itu digelar pada Selasa (22/9).
Kantor berita Korut, KCNA, pada Kamis (24/9) mengungkapkan uji coba tersebut membuktikan akurasi dan keunggulan roket dengan jangkauan yang telah diperpanjang tersebut, yang menggunakan sistem pemandu presisi otonom.
"Roket-roket tersebut mampu menghantam target sejauh 100 km (62 mil) dalam mode lintasan terbang dan sejauh 115 km dalam mode luncur gabungan," demikian klaim Korut seperti dilaporkan KCNA, dikutip dari Reuters.
Pengembangan roket semacam itu menjamin perubahan signifikan dalam kesiapan daya tembak Korea Utara di sepanjang perbatasan selatan.
Pak Jong-chon, wakil ketua Komisi Militer Pusat yang mengawasi uji coba tersebut, menekankan perlunya memusatkan kekuatan serangan yang paling mematikan dan destruktif di perbatasan selatan.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan tidak menanggapi uji coba tersebut.
Pyongyang terus meningkatkan persenjataan taktis dan konvensionalnya yang rencananya akan dikerahkan di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.
Pada bulan Juni, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi uji coba senjata-senjata utama, termasuk peluncur roket yang telah ditingkatkan dan rudal taktis, yang menurut negara tersebut juga akan digunakan untuk mempertahankan perbatasan selatannya.
