Koster Ungkap Status Lahan Bedeng 5 Ha yang Terbakar di Jalan Nakula Aset Daerah

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkap status lahan seluas hampir 5 hektare di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, yang terbakar. Di lahan tersebut sempat berdiri bangunan semipermanen dan gudang rongsokan milik warga sebelum akhirnya terbakar pada Senin (31/8) pukul 22.30 WITA.
"Bukan milik warga, aset daerah itu," kata Koster ketika dikonfirmasi seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Senin (7/9).
Koster mengungkap, kebakaran di tempat tersebut sudah ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar. Namun, Koster belum banyak mengungkap perihal nasib lahan tersebut di masa mendatang.
"Saya belum tahu, tetapi yang jelas itu memang ada rencana dari Bupati Badung untuk pembangunan infrastruktur. Apakah akan tepat melintasi wilayah itu atau tidak, sedang distudi," jelasnya.
Selain itu, Koster mengungkap aset pemerintah tersebut sejatinya adalah lahan kosong. Namun, bangunan semipermanen mulai dibangun di tempat tersebut oleh warga.
Koster mengatakan, dibutuhkan waktu untuk merapikan tempat tersebut.
"Pelan-pelan karena ini menyangkut orang. Jangan sampai juga kita melakukan tindakan yang tidak humanis. Caranya kalau kita akan pindahkan, siapkan. Nah, kayak ini disiapkan tempatnya. Ditangani, diatasi dulu," ungkap Koster.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Pemecutan Kelod akan menertibkan status kepemilikan lahan yang terbakar di Jalan Nakula. Perbekel Desa (Kepala Desa) Pemecutan Kelod, Wayan Tantra, menjelaskan terdapat kurang lebih 12 orang yang mengeklaim lahan tersebut.
“Kami dengar di lapangan, ada pihak ketiga yang punya dan dikontrakkan olehnya. Nah, dipakailah menjadi gudang-gudang rongsokan di sana. Rongsokan anorganik,” terangnya, Jumat (4/9).
