Konten dari Pengguna

Kreativitas Warga Binaan, Lapas Mojokerto Kembangkan Kerajinan Lukisan Patung

Lapas Mojokerto

Lapas Mojokerto

Akun Resmi Humas Lapas Kelas IIB Mojokerto

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lapas Mojokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kreativitas Warga Binaan, Lapas Mojokerto Kembangkan Kerajinan Lukisan dan Patung Berbahan Resin (Foto:HumasLapasMoker)
zoom-in-whitePerbesar
Kreativitas Warga Binaan, Lapas Mojokerto Kembangkan Kerajinan Lukisan dan Patung Berbahan Resin (Foto:HumasLapasMoker)

Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja di bidang kerajinan. Bertempat di bengkel kerja (bimker), warga binaan mengasah kreativitas dengan membuat lukisan dan patung berbahan resin. Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan warga binaan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, (21/10).

Dalam proses pembuatannya, warga binaan memanfaatkan bahan resin untuk menghasilkan karya kerajinan dengan beragam bentuk dan tampilan. Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar mengolah bahan, membentuk objek, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan potensi ekonomi. Pembinaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat berkarya sekaligus meningkatkan keterampilan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Kepala subseksi kegiatan kerja, Aviudin Kusuma, menyampaikan bahwa kegiatan kerajinan merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. “Kami terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Harapannya, kemampuan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi modal untuk hidup mandiri dan membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Senada, Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, mendukung untuk program pembinaan kemandirian tersebut. "Ini adalah suatu inovasi kreatif yang membuka mindset dalam meningkatkan program keterampilan yang tentunya sangat bermanfaat bagi Warga Binaan," tuturnya.

Salah satu warga binaan berinisial WW mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dalam menghasilkan karya seni.”Kami berterima kasih karena diberikan ruang untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Melalui pembinaan di bengkel kerja, Lapas Mojokerto berharap karya lukisan dan patung berbahan resin dapat terus berkembang serta memiliki daya saing dan nilai jual. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Mojokerto dalam mewujudkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.