KSAL Sebut Kapal Induk RI Akan Difokuskan untuk Penanganan Bencana Alam

Kapal ITS Giuseppe Garibaldi yang baru tiba di Indonesia akan lebih difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanganan bencana alam.
Kapal perang yang dihibahkan Pemerintah Italia kepada Indonesia itu dapat membawa sejumlah helikopter guna mempercepat distribusi logistik ke wilayah terpencil.
“Namun kita fokuskan terutama untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam ya. Jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter, karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak di-drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil pun dengan helikopter bisa di-drop,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9).
Ali mengatakan Giuseppe Garibaldi dapat membawa sekitar 14 helikopter. Jumlah tersebut masih dapat bertambah bergantung pada ukuran helikopter yang dibawa.
“Jadi ini bisa 14 helikopter, mungkin lebih kalau tergantung ukuran dari helikopternya. Kalau helikopternya lebih kecil, mungkin bisa lebih banyak ya,” ujarnya.
Meski fokus penggunaannya untuk OMSP, Ali mengatakan kapal tersebut tetap dapat digunakan untuk kepentingan militer dalam operasi perang.
“Pokoknya apabila dibutuhkan, kita akan bisa gunakan untuk kepentingan tadi ya, OMSP itu kan termasuk OMSP,” kata Ali.
Di sisi lain, Ali memastikan Giuseppe Garibaldi saat ini sudah dapat berlayar meski belum menjalani proses retrofit. Namun, TNI AL tetap akan melakukan penyesuaian terhadap kapal tersebut agar sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
“Sebenarnya kapal ini sudah siap berlayar saat ini ya, tanpa di-retrofit pun. Cuma kan kita harus sesuaikan dengan kebutuhan kita ya. Mungkin kebutuhannya Angkatan Laut Italia beda, kebutuhan kita beda,” ungkapnya.
Ali menjelaskan penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan Angkatan Laut Indonesia, termasuk kondisi perairan tropis.
“Jadi kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia, dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan, apa yang tidak perlu,” katanya.
Untuk proses retrofit, TNI AL akan bekerja sama dengan PT PAL dan perusahaan asal Italia.
“Retrofit kita akan kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri ya, dengan beberapa mungkin ada dari Leonardo juga, ada dari perusahaan lain yang Italia untuk equipment-nya,” kata Ali.
