KSP Dudung Soroti Celah Korupsi di MBG, Singgung Jual Beli Titik SPPG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pejabat baru KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bersama pejabat lama Kepala KSP periode 2025-2026 Muhammad Qodari menjawab pertanyaan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pejabat baru KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bersama pejabat lama Kepala KSP periode 2025-2026 Muhammad Qodari menjawab pertanyaan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdapat banyak celah korupsi yang perlu diantisipasi.

Hal itu disampaikan Dudung usai bertemu dengan Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, di Kantor KSP, Jakarta, Selasa (5/5).

"Banyak celahnya, banyak celahnya," kata Dudung usai pertemuan tersebut.

Salah satu celah korupsi yang paling mencolok, menurut Dudung, adalah praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG.

"Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Ya, titik SPPG. Titik dapur ya," ungkap dia.

Dia mengungkapkan, masih ada sejumlah celah korupsi lainnya. Namun, Dudung masih enggan merinci secara detail.

Dudung mengaku akan terjun langsung ke lapangan untuk melihat berbagai potensi korupsi itu.

Petugas menata menu makanan yang akan didistribusikan pada program makan bergizi gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (6/1/2025). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

"Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan," ucap mantan KSAD itu.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran, Dudung mengaku tak segan untuk mengungkapkan hal tersebut ke publik.

"Kalau misalnya kita ketahui dan betul-betul terbukti, saya tidak akan segan-segan untuk expose secara langsung," ujarnya.