Lahan Seluas 6 Hektar Terbakar di Pandeglang, Damkar Bantu Padamkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu, (23/8/2026). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Pandeglang
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu, (23/8/2026). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Pandeglang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, salah satunya terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu (23/8).

Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu, (23/8/2026). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Pandeglang

Berdasarkan pendataan, peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pandeglang mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.

Hingga Senin (24/8), api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman.

Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu, (23/8/2026). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Pandeglang
Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu, (23/8/2026). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Pandeglang

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan banjir serta segera melaporkan kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.

BNPB juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.