Legislator Usul BNPB Dilebur Bareng BMKG-Badan Geologi: Bisa Jadi Kementerian

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP, Edi Purwanto, merespons wacana Presiden Prabowo Subianto soal penggabungan sejumlah lembaga yang menangani urusan kebencanaan. Alih-alih hanya menggabungkan dua instansi, Edi mengusulkan agar pemerintah turut melebur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi ke dalam satu payung kelembagaan terpadu.
Gagasan tersebut diutarakan Edi dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?" yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9).
Edi menilai, koordinasi penanganan bencana di Tanah Air selama ini kerap terhambat oleh sekat-sekat kelembagaan dan ego sektoral. Menurutnya, integrasi ketiga institusi strategis tersebut akan membuat rantai komando mitigasi hingga penanggulangan bencana menjadi tidak tumpang tindih.
“Maka sekarang misalnya Pak Presiden membicarakan ada usulan merger antara (Badan) Geologi masuk kepada BMKG ya. BMKG misalnya. Saya berpikir lain, kenapa enggak BNPB, BMKG, (Badan) Geologi jadi satu aja? Jadi satu payung seperti itu,” ujar Edi.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Jambi ini bahkan memandang integrasi ketiganya berpotensi dilembagakan hingga ke tingkat kementerian. Terlebih, langkah tersebut dinilai selaras dengan arah kebijakan jangka panjang Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat mitigasi risiko bencana nasional.
“Jadi semuanya jelas ini apa yang dilakukan. Koordinasinya jelas, satu bisa jadi kementerian atau apa. Apalagi kalau kita lihat apa namanya, program prioritas prioritas Pak Presiden yang keenam, itu kan infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana. Ada masuk ke situ sebenarnya, gitu lho,” tegasnya.
Kendati mendukung gagasan efisiensi dan penguatan kelembagaan tersebut, Edi mengingatkan pemerintah agar proses perumusan maupun payung hukumnya dipersiapkan secara matang dan hati-hati.
“Ini kan perlu didiskusikan. Jadi ide Pak Presiden menurut saya bagus, tinggal memang pe apa namanya pengejawantahan pikiran beliau, harus berhati-hati betul, dimitigasi betul, dicek betul, sehingga nanti munculnya apa. Yang intinya adalah proteksi kita kepada rakyat akan semakin baik,” pungkas Edi.
Adapun usulan integrasi Badan Geologi dengan BMKG disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Dalam rapat tersebut, Prabowo memberi perhatian khusus terkait posisi Indonesia yang berada di cincin api Pasifik atau ring of fire.
“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo.
Prabowo menilai usaha pemerintah memitigasi bencana sejauh ini sudah maksimal. Ia pun menegaskan pemerintah akan terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.
“Untuk monitor ini, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo.
