Lokakarya YSI HIMASEPTA: Pamerkan Hasil Program dan Perkuat Keberlanjutan

Mahasiswa mencoba jadi penulis/ UMY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Razzan Bagus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Garongan, Kulon Progo — 20 Agustus 2026. Rangkaian pengabdian Young Sustainable Initiative (YSI) HIMASEPTA UMY 2026 di Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki tahap akhir pelaksanaan mahasiswa melalui kegiatan lokakarya dan penarikan tim. Kegiatan yang berlangsung di Balai Dusun Kalurahan Garongan pada pukul 13.00–16.00 WIB ini menjadi wadah untuk memamerkan hasil produk serta mesin pendukung yang telah dihasilkan dan digunakan selama pelaksanaan program.

Lokakarya menjadi bagian penting dalam rangkaian program karena memberikan kesempatan kepada kelompok sasaran dan pemerintah desa untuk melihat secara langsung hasil kegiatan yang telah dikembangkan selama pelaksanaan pengabdian. Produk dan mesin pendukung yang dipamerkan menjadi gambaran dari proses pemberdayaan serta pendampingan yang telah dilakukan bersama masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok sasaran yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Karang Taruna turut mengikuti rangkaian kegiatan. Pameran hasil program menjadi ruang untuk memperlihatkan pemanfaatan produk dan mesin pendukung sekaligus memperkuat pemahaman kelompok sasaran mengenai potensi keberlanjutan hasil program.
Selain pameran, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari pemerintah desa kepada kelompok sasaran. Penyerahan tersebut menjadi salah satu langkah dalam memperkuat peran kelompok sasaran agar dapat melanjutkan pemanfaatan hasil program dan menjalankan kegiatan secara lebih terarah setelah rangkaian pendampingan mahasiswa memasuki tahap berikutnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, dilakukan pula penyerahan foto kepada kelompok sasaran. Sementara itu, Tim YSI HIMASEPTA memberikan plakat kepada pemerintah desa sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan program di Kalurahan Garongan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penarikan mahasiswa dari lokasi pengabdian untuk kembali ke kampus. Penarikan tersebut menjadi penanda berakhirnya tahap pelaksanaan mahasiswa di lapangan, tetapi bukan menjadi akhir dari keseluruhan program.
Keberlanjutan program tetap menjadi perhatian melalui monitoring dan pendampingan lanjutan terhadap kelompok sasaran. Hasil produk dan mesin pendukung yang telah dihasilkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa berperan dalam mengoordinasikan kegiatan, menyiapkan pameran produk dan mesin pendukung, mengondisikan peserta, mendampingi prosesi penyerahan, serta melakukan dokumentasi dan evaluasi. Dosen pendamping turut memberikan arahan serta melakukan evaluasi terhadap capaian program dan rencana keberlanjutan setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Kelompok sasaran juga terlibat secara aktif dalam lokakarya dengan mengikuti pameran, menerima SK dan kenang-kenangan, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran masyarakat dalam melanjutkan pemanfaatan hasil program.
Melalui lokakarya ini, hasil pelaksanaan program tidak hanya ditampilkan sebagai capaian kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Penarikan mahasiswa menjadi awal dari tahap selanjutnya, yaitu monitoring dan pendampingan untuk memastikan hasil program tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi kelompok sasaran di Kalurahan Garongan.
