LRT Pastikan Operasional Aman Usai Pria Tewas di Gardu Listrik Pancoran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penemuan mayat di dalam Gardu listrik disamping Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penemuan mayat di dalam Gardu listrik disamping Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Seorang pria ditemukan tewas di dalam gardu listrik yang berada di bawah Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9). Pria tanpa identitas tersebut diduga membobol gardu listrik bertegangan tinggi itu untuk mencuri kabel.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, gardu listrik tersebut merupakan aset milik PLN yang lokasinya berada di bawah stasiun.

“Gardu tersebut milik PLN yang berada di bawah stasiun LRT Jabodebek,” kata Radhitya saat dihubungi kumparan, Rabu (2/9).

Meski ada dugaan upaya pencurian, Radhitya memastikan kejadian tersebut tidak berdampak terhadap operasional.

“Kejadian tersebut tidak berdampak terhadap operasional LRT Jabodebek,” ujarnya.

Pernah Ada Aksi Pencurian Sebelumnya

TKP penemuan mayat di gardu listrik samping Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Radhitya juga menyebut pihaknya sebelumnya pernah menangkap terduga pelaku lainnya yang melancarkan aksi serupa.

“Jika benar upaya pencurian, pernah menangkap terduga pelaku pencurian aset KAI dan diserahkan ke kepolisian,” katanya.

Seorang pria ditemukan tewas di dalam gardu listrik di samping Stasiun LRT Pancoran pada Selasa (1/9) malam. Polisi menduga pria tersebut hendak mencuri kabel.

Kapolsek Pancoran Kompol Suminto mengatakan korban yang identitasnya belum diketahui atau disebut Mr. X masuk ke gardu dari bagian bawah dengan membawa kantong plastik, gergaji besi, dan topi.

Korban kemudian naik ke lantai dua gardu tersebut dan diduga tersengat listrik bertegangan tinggi.

“Korban masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi,” kata Suminto saat ditemui di lokasi.

Polisi menerima laporan penemuan mayat tersebut sekitar pukul 17.50 WIB. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rencana pencurian.

Barang bukti yang ditemukan antara lain gergaji besi, kantong plastik, dan topi. Polisi menduga kabel menjadi sasaran pencurian.

“Ya, diduga Mr. X mau mengambil kabel di gardu listrik tersebut,” ujar Suminto.

Saat proses evakuasi jenazah, aliran listrik di gardu tersebut sempat dimatikan. Namun, menurut Suminto, hal itu tidak mengganggu operasional LRT.

“Dimatikan sementara (aliran listrik) untuk evakuasi,” katanya.

“Tidak mengganggu (operasional), tidak,” sambungnya.

Suminto mengatakan korban dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Sementara korban mau diautopsi di Rumah Sakit Kramat Jati,” tutupnya.